Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Laboratorium AS
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Zhao Lijian berbicara pada konferensi pers pada 11 Agustus 2020 di Beijing. Foto: Situs Kementerian Luar Negeri China.

China Berharap Laboratorium Biologi AS Bisa Terbuka Dan Diekspos Media Internasional



Berita Baru, Beijing – Pada hari Selasa (11/8), Juru bicara Zhao Lijian mengatakan bahwa China berharap Amerika Serikat (AS) dapat membuka basis penelitiannya di Fort Detrick kepada media.

Menurut kantor berita Chian Xinhua, pada kesempatan yang sama, Zhao mengatakan China juga berharap AS mau merilis lebih banyak informasi mengenai lebih dari 200 laboratorium biologi di luar negeri serta mengundang pakar WHO ke AS untuk investigasi penelusuran asal-usul COVID-19.

Hal itu disampaikan Zhao pada konferensi pers sebagai tanggapan atas wawancara NBC dengan direktur Institut Virologi Wuhan (WIV) dan Cabang Akademi Ilmu Pengetahuan China Wuhan.

Pada gilirannya, Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Morgan Ortagus menuduh bahwa wawancara NBC kepada Zhao itu tidak menekan fakta.

Zhao mengatakan komentar dari Ortagus itu tidak mengherankan.

“Karena kami tahu orang-orang tertentu di Amerika Serikat memiliki ‘definisi’ tentang kebenaran: selama kebohongan berfungsi untuk menyerang dan mencoreng China, itu adalah fakta,” terang Zhao.

Zhao mengatakan para ilmuwan China telah berbagi pandangan profesional mereka tentang manajemen dan penelitian di WIV dalam berbagai wawancara.

“Faktanya sejelas hari bahwa tidak ada bukti yang mendukung klaim bahwa virus korona berasal dari laboratorium,” tegas Zhao.

“Kami sangat berharap bahwa Amerika Serikat dapat membuka basis penelitiannya di Fort Detrick kepada media, merilis lebih banyak informasi tentang lebih dari 200 laboratorium di luar negeri, dan mengundang pakar WHO untuk melakukan penelusuran asal sehingga memiliki kesempatan untuk mengatakan yang sebenarnya dan menawarkan penjelasan kepada rakyat Amerika dan komunitas internasional,” imbuhnya.

Zhao mengatakan Partai Komunis China menempatkan manusia dan kehidupan manusia di garis depan dan di tengah, dan tanggapan pemerintah China atas pandemi COVID-19 dapat bertahan dalam berjalannya waktu dan sejarah.

“Ini sangat kontras dengan partai politik AS yang mengutamakan keuntungan politik.” Kata Zhao.

Lebih lanjut, Zhao mengatakan bahwa berfokus pada memerangi virus dan menyelamatkan nyawa harus menjadi satu tugas sebenarnya yang ada di tangan AS, bukan mengeluarkan alasan untuk mengalihkan kesalahan ke China, karena kasus yang dikonfirmasi di negara itu melonjak lebih dari 5 juta dan kematian lebih dari 160.000.