Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Cerita Mendag Soal Sulitnya UMKM Indonesia Tembus Pasar Global
Tangkapan layar Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi dalam Peresmian Program 500k Eksportir Baru, Rabu (17/2/2021).

Cerita Mendag Soal Sulitnya UMKM Indonesia Tembus Pasar Global



Berita Baru, Jakarta – Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi cerita soal sulitnya pelaku UMKM Indonesia tembus pasar global. Menurutnya, hal itu diketahui langsung ketika salah satu pelaku UMKM exotic leather yang gagal menembus pasar Korea Selatan.

Hal tersebut disampaikan oleh Lutfi dalam Peresmian Program 500k Eksportir Baru secara daring, Rabu, 17 Februari 2021.

“Jadi dalam waktu seusai saya dilantik, saya lagi ngobrol sama pelayan cerita tentang bagaimana susahnya ekspor. Dia pakai CV tapi bangkrut CV nya, karena tidak dibayar oleh pembelinya di luar negeri, orang Korea. Jadi dia jualan eksotik leather. Jadi saya dengerin ini ngoceh terus panjang,” kata Lutfi, Rabu (17/2/2021). 

Menurut Lutfi, salah satu tantangan besar para pelaku UMKM untuk ekspor adalah terkait proses perizinan yang berbelit-belit. Ia menyebut, setelah itu, para pelaku UMKM ini kesulitan untuk mencari market. 

“Setelah izin jadi pengusaha mereka di hadapan lagi dengan sesuatu yang mereka tidak pernah lihat sebelumnya yaitu bagaimana sulitnya mencari market, dan yang paling penting setelah marketnya dicari adalah bagaimana dapat dibayar oleh pembelinya,” ujar Lutfi. 

Kemudian, tantangan yang bakal dihadapi oleh para pelaku UMKM ini adalah bagaimana menciptakan produk yang berkualitas. Menurutnya, jika produk para UMKM berkualitas tentu dapat meningkatkan daya saing di pasar internasional. 

“Jadi saya begitu dengar tidak dibayar oleh orang Korea Rp 100 juta, menurut hemat saya ada terjadi perbedaan daripada kualitas. Karena kualitasnya tidak sesuai dengan yang diperjanjikan, orang Korea nya menolak untuk membayar. Begitu tidak dibayar Rp 100 juta selesai ceritanya,” ucap Lutfi. 

Oleh sebab itu, Lutfi dan pihaknya mengajak Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki bersama-sama para asosiasi untuk berkolaborasi terkait kualitas produk pengusaha lokal, perizinan, hingga pemetaan pasar di ranah Global

“Saya ingin sama-sama dengan Pak Teten kita sama-sama kembangkan dengan apa yang saya punya di Kementerian saya, kita kolaborasi dengan asosiasi supaya program-program ini langsung bisa dinikmati oleh calon pengusaha-pengusaha, anak-anak muda kita, supaya mereka bukan hanya bisa bersaing tetapi juga bisa berkolaborasi,” tandas Lutfi.