Berita

 Network

 Partner

WhatsApp
Foto: CCO)

Cegah Hoaks COVID-19, WhatsApp akan Batasi Fitur “Forward”

Berita Baru, Internasional – Aplikasi chatting paling populer di dunia milik Facebook, WhatsApp, secara tidak sengaja menjadi pusat informasi yang salah dan penyebaran berita palsu. Dengan pandemi virus korona yang merajalela di seluruh dunia, platform ini akan berkontribusi sedikit dengan menerapkan pembatasan penerusan.

Pada hari Selasa (7/4), WhatsApp menyatakan akan memberlakukan batasan baru untuk meneruskan pesan dalam upaya untuk mengekang penyebaran informasi yang salah atau berita palsu. WhatsApp juga akan lebih fokus pada tujuan asli dari aplikasinya, yaitu menjadi aplikasi percakapan pribadi.

Mulai 7 April dan seterusnya, WhatsApp akan mengkategorikan pesan sebagai “highly forwarded” jika pesan yang diberikan dibagikan lima kali atau lebih. Sesuai aturan baru, pesan “highly forwarded” tidak akan dapat diteruskan ke lebih dari satu pengguna sekaligus.

Berita Terkait :  WhatsApp Desktop Sekarang Bisa Lakukan Panggilan Suara dan Video

“Kami tahu banyak pengguna mengedepankan informasi bermanfaat, serta video lucu, meme, dan refleksi atau doa yang mereka temukan bermakna. Dalam beberapa minggu terakhir, orang-orang juga menggunakan aplikasi WhatsApp sebagai aplikasi yang berguna untuk mengatur momen dukungan publik bagi petugas kesehatan garis depan,” ujar WhatsApp dalam sebuah unggahan blog pada hari Selasa.

Sebelumnya, pengguna aplikasi dapat meneruskan satu pesan ke 256 orang. Sebelumnya, mereka sudah melakukan pengurangan batas forwarded message atau pesan terusan selama bertahun-tahun.

“Namun, kami telah melihat peningkatan yang signifikan dalam jumlah pesan terusan. Namun fitur pesan terusan ini dapat terasa luar biasa dampaknya dan dapat malah bisa menjadi ajang penyebaran informasi yang salah atau berita palsu. Kami percaya penting untuk memperlambat penyebaran pesan-pesan ini agar WhatsApp tetap menjadi tempat untuk percakapan pribadi.”

Berita Terkait :  Perjalanan Wakil Presiden AS Harris ke Vietnam Tertunda Karena ‘insiden kesehatan’ di Hanoi

Moderasi data yang dibagikan melalui aplikasi juga telah dicegah karena fitur enkripsi WhatsApp end-to-end encryption.

Pemerintah India telah menulis surat kepada semua platform media sosial untuk mengekang berita palsu yang telah menyebar selama masa pandemi virus korona. Kementerian Teknologi Informasi India telah menyarankan raksasa teknologi global untuk segera menghapus berita palsu atau pesan provokatif.

Pihak berwenang di India telah meluncurkan kampanye besar-besaran untuk menangkap berita palsu, karena Grup WhatsApp belakangan ini dibanjiri pesan-pesan yang mendorong cara-cara tidak ilmiah untuk melawan COVID-19.


SumberSputnik News