Cegah Dan Tangani COVID-19, Wabup Blora: Kami Siapkan Rp16 Miliar

    Wabub Blora 1
    Wakil Bupati Blora, H. Arief Rohman, M.Si ketika meninjau kesiapan salah satu Rumah Sakit. Foto: @ariefrohman838

    Berita Baru, Blora – Perkembangan data corona virus disease 2019 atau COVID-19 di Provinsi Jawa Tengah telah mencapai 2.858 orang dalam pemantauan (ODP), 272 pasien dalam pengawasan (PDP), 38 terkonfirmasi positif.

    Berdasarkan data yang dipublikasikan pada portal Jateng Tanggap COVID-19 Kamis (26/3) pukul 07.00 WIB, 4 orang dari 38 yang terkonfirmasi positif tersebut dilaporkan telah meninggal dunia di Rumah Sakit Dr. Moewardi Solo dan Rumah Sakit Dr. Kariadi Semarang.

    Adapun Kabupaten Blora juga telah mengidentifikasi adanya 63 ODP dan 2 PDP. Dari 63 ODP tersebut, yang 13 orang telah dinyatakan selesai menjalani masa pemantauan. Sehingga tinggal 52 ODP yang aktif dalam pemantauan. Sejauh ini belum ada data meninggal yang dilaporkan oleh Dinas Kesehatan maupun tim Blora Tanggap Corona.

    Wakil Bupati Blora Arief Rohman mengatakan bahwa seluruh jajaran pemerintahan terus melakukan upaya serius dalam rangka pencegahan penularan, penanganan, dan pengendalian dampak sosial ekonomi akibat COVID-19 tersebut.

    “Kami berkomitmen untuk menjalankan Intruksi Pak Presiden dan arahan Pak Gubernur dalam menghadapi COVID-19 ini. Yang paling utama mengidentifikasi potensinya, mencegah penularannya, dan melakukan penanganan jika terjadi kasus”. Tutur pria yang akrab dipanggil Mas Arief tersebut kepada Beritabaru.co melalui wawancara tertulis Kamis (26/3).

    Disinggung soal Intruksi Presiden Nomor 4 tahun 2020 terkait perintah presiden untuk segera melakukan realokasi anggaran serta refocusing kegiatan dalam rangka penanganan COVID-19, Mas Arief menuturkan bahwa Pemkab Blora telah menyusun perencanaannya.

    Berita Terkait :  Wabup Blora Dampingi Kunjungan Menteri Perdagangan

    “Pemkab Blora telah menyiapkan anggaran sekitar Rp16 miliar lebih untuk pencegahan dan penanganan covid-19”. Kata Mas Arief.

    Perencanaan dan pembahasan anggaran tersebut, lanjut Mas Arief, telah dilakukan pada Selasa (24/3) dengan melibatkan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang bertanggungjawab terhadap pengelolaan Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Insentif Daerah (DID), termasuk juga Dinas Pendidikan.

    Mas Arief juga menjelaskan bahwa alokasi anggaran sebesar Rp16 miliar tersebut direalokasi dari DAK Fisik dan Non-Fisik bidasng kesehatan, DID dan dana BLUD. Selain itu juga diperoleh dari penggeseraran rincian obyek belanja pada DKK dan RSU.

    “Rencana realokasi anggaran dan refocusing kegiatan untuk penanganan COVID-19 di Blora akan kami laporkan pada 31 Maret 2020”. Imbuhnya.

    Wakil Bupati Blora, H. Arief Rohman, M.Si ketika menghadiri Harlah Muslimat NU.

    Adapun penggunaannya lebih difokuskan pada upaya pencegahan dan penanganan. Untuk pengendalian dampak ekonomi, baru sebatas langkah-langkah antisipasi yang terus dijalankan oleh masing-masing OPD, tapi penganggarannya masih dalam proses pembahasan

    “Rencana penggunaan anggaran tersebut untuk pembelian APD (alat pelindung diri_red.), thermo guns, alat alat kesehatan, disinfektan, honor tenaga medis dan lain-lain. Semoga Blora Bebas Corona”. Tutupnya. [Hp]

    Tinggalkan Balasan