Cassie Si Robot “Buta”, Naiki Tangga Tanpa Sensor Navigasi

-

Berita Baru, Inovasi – Cassie si robot “buta” adalah sebuah robot dikembangkan oleh peneliti dari Oregon State University telah berhasil menyelesaikan tantangan menaiki tangga meski tanpa sensor kamera untuk navigasi.

Pada dasarnya, robot sama seperti halnya manusia. Mereka membutuhkan sensor agar mereka dapat “melihat” seperti yang kita lakukan dengan mata kita. Namun, seperti halnya manusia pula, sensor ini tidak selalu bekerja dengan baik terutama dalam kondisi pencahayaan redup atau dalam gelap.

Dalam skenario seperti yang disebutkan di atas, robot hampir tidak berguna dalam kondisi demikian, tetapi tidak demikian halnya dengan Cassie. Robot itu telah membuat pencapaian ini begitu istimewa dengan keberhasilannya menaiki tangga meski kenyataannya ia adalah robot “buta”.

Berita Terkait :  Inovasi Turbin Angin tanpa Bilah, Lebih Efisien dan Aman
Berita Terkait :  Netflix Akan Luncurkan Fitur Acak di Bulan Mendatang

Dilansir dari Ubergizmo, Cassie disebut sebagai robot “buta” yang artinya adalah robot tanpa sensor khas, seperti kamera, yang biasanya mungkin temukan di robot navigasi mandiri lainnya.

Untuk membantu Cassie menaiki tangga tanpa sensor, para peneliti menggunakan metode yang dikenal sebagai Reinforcement Learning untuk mengajarkannya tentang proriosepsi yang merupakan persepsi rangsangan yang berhubungan dengan koordinasi motorik tubuh atau yang juga dikenal sebagai kesadaran tubuh.

“Pada dasarnya robot ini mempelajari cara menangani berbagai situasi dan medan, seperti tangga dan tanah datar, dan akhirnya mempelajari cara melakukannya dengan efisiensi sekitar 80% menaiki tangga, dan 100% efisiensi saat menuruni tangga,” ungkap salah satu peneliti, dikutip Berita Baru, Kamis (20/5/21).

Berita Terkait :  Baterai dari Limbah Radioaktif ini dapat Bertahan Hingga 23.000 Tahun
Berita Terkait :  Teknologi AI Jadi Solusi untuk Kurangi Pemborosan Makanan

Namun, para peneliti juga menggaris bawahi bahwa robot tersebut dibuat untuk berjalan dengan kecepatan yang telah ditentukan. Peneliti menemukan bahwa jika berlari terlalu cepat atau lambat, akan menyebabkan kemungkinan terjadinya kegagalan meningkat.

Terlepas dari peringatan tersebut, para peneliti optimis karena tes tersebut menunjukkan kemampuan penggerak buta pada robot yang dapat membuka jalan ke lebih banyak kemungkinan di masa depan.

Facebook Comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Berita Terkait :  Studi Temukan: Banyak Pengguna Mobil Listrik Kecewa dan Beralih

TERBARU

Facebook Comments