Cari Pelaku, AS dan Sekutu Mengutuk Serangan Roket di Erbil

Serangan Roket di Erbil

Berita Baru, Internasional – Pada hari Selasa (16/02) Amerika Serikan (AS) bersama sekutunya di Eropa yaitu Prancis, Inggris, Jerman dan Italia mengecam serangan roket yang terjadi di dekat kota Erbil, Bandara Internasional Kurdistan Irak, Senin (15/02).

“Kami para menteri luar negeri (Prancis, Jerman, Italia, Inggris, dan Amerika Serikat) mengutuk keras serangan roket tanggal 15 Februari di Wilayah Kurdistan Irak. Kami menyampaikan belasungkawa kami kepada para korban, keluarga mereka, dan rakyat Irak,” bunyi pernyataan yang dikutik dari Sputniknews, Rabu (17/02).

Kelompok diplomat tinggi juga berjanji untuk meminta pertanggungjawaban kepada pelaku atas serangan itu.

“Bersama-sama, pemerintah kami akan mendukung penyelidikan Pemerintah Irak atas serangan itu dengan maksud meminta pertanggungjawaban mereka yang bertanggung jawab. Kami bersatu dalam pandangan kami bahwa serangan terhadap personel dan fasilitas AS dan Koalisi tidak akan ditoleransi,” pungkasnya.

Pada hari Senin, selusin roket menghantam Pangkalan Udara Erbil di Kurdistan Irak. Serangan itu menewaskan seorang kontraktor sipil dan melukai total sembilan orang lainnya.

Berita Terkait :  Tak Pedulikan Teori Konspirasi, Novavax Percepat Pembuatan Vaksin COVID-19 setelah Menerima USD 388 Miliar dari Bill Gates

Sebuah video yang beredar online menunjukkan momen tepat ketika salah satu roket menghancurkan jalan-jalan Erbil.

Beberapa pejabat Irak pun menuduh Iran memainkan peran dalam serangan roket itu. Iran sendiri telah membantah semua tuduhan, dengan menyatakan bahwa mereka “menolak setiap langkah yang akan mengganggu ketenangan dan ketertiban di negara ini.” 

Sebelumnya pada hari itu, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken berbicara dengan Perdana Menteri Irak Mustafa al-Kadhimi menyusul serangan terbaru di Pangkalan Udara Erbil. Ia mengatakan AS “marah dengan serangan kemarin yang merugikan warga sipil, pasukan koalisi, termasuk layanan Amerika”. 

Juru bicara Departemen Luar Negeri Ned Price juga menyatakan bahwa penyelidikan atas serangan sedang berlangsung. Saat ini mereka sedang menjalin kontak dengan pejabat Kurdi dan Irak untuk menentukan siapa yang bertanggung jawab.

Berita Terkait :  Dampak Pandemi Penjualan Smartphone Cina Turun Drastis

Serangan itu adalah yang pertama di fasilitas militer atau diplomatik Barat di Irak dalam hampir dua bulan,–menyusul serentetan serangan roket di Baghdad pada akhir 2020. Serangan sebelumnya yang menargetkan pangkalan militer AS di Erbil terjadi pada September tahun lalu.

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini