Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Cakupan Vaksinasi Capai 50 Persen, Bupati Gresik Masih Kejar Tambahan Nakes

Cakupan Vaksinasi Capai 50 Persen, Bupati Gresik Masih Kejar Tambahan Nakes



Berita Baru, Gresik – Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik dalam penanganan Covid-19 terus mendapat dukungan berbagai elemen masyarakat tak terkecuali partai politik. Dukungan ini pun selaras dengan penurunan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang semula di level 4 kini menjadi level 3.

Terbaru, cakupan vaksinasi masyarakat Gresik sejauh ini baik dosis 1 maupun 2 telah mencapai 50 persen. Sementara masyarakat yang sudah tervaksin komplit meliputi dosis 1 dan 2 sebanyak 46 persen. 

Kabar baik itu disampaikan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani di sela-sela kehadirannya dalam program serbuan vaksinasi yang digelar oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Gresik, Sabtu (28/8).

“Alhamdulillah, masyarakat Gresik yang sudah tervaksin lebih tinggi dibanding daerah lain. Masyarakat Gresik yang sudah tervaksin baik dosis 1 dan 2 sudah 50 persen, dan yang sudah komplit (dosis 1 dan 2) 46 persen, sehingga target masyarakat tervaksin 70 persen hingga akhir tahun 2021, makin sedikit,” kata Bupati yang akrab disapa Gus Yani.

Capaian itu, urai Bupati Gus Yani, disebabkan karena banyaknya komponen masyarakat yang terlibat. Mulai partai, sekolah dan komponen lain. Sehingga berbanding lurus dengan percepatan pelaksanaan vaksin bagi masyarakat Gresik.

“Saya contohkan vaksin yang diadakan  di sekolah. Lebih enak dan cepat pelaksanannya, karena  semua infrastruktur pendukung memenuhi, sehingga sangat mendukung pemerintah,” paparnya.

Dengan adanya capaian itu, Bupati Gus Yani memutuskan, dalam waktu dekat pihaknya akan membuka kembali pembelajaran tatap muka (PTM). Namun dengan membuat formula baru untuk pelaksanaan vaksin. Salah satunya menyasar ke desa.

“Kita akan lakukan serbuan vaksin di desa. Nanti, 50 persen dari warga desa tervaksin sehingga pelaksanaan cepat. Saya contohkan desa A ada warganya 2 ribu, maka ketika ada vaksinasi di desa warga yang tervaksin 50 persennya,” jelasnya.

Di lain sisi, tambah Bupati Gus Yani, pihaknya tengah mencari solusi terkait pelaksanaan vaksinasi di banyak tempat. Sebab saat ini masih terkendala kekurangan tenaga kesehatan (Nakes).

“Meski kita sudah punya ratusan relawan nakes, namun dengan banyaknya masyarakat yang harus dilayani, kami masih kekurangan nakes. Ini yang tengah kami carikan solusinya,” pungkasnya.