Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Bupati Gus Yani Sebut Pencabutan Pupuk Subsidi Rugikan Petani di Gresik

Bupati Gus Yani Sebut Pencabutan Pupuk Subsidi Rugikan Petani di Gresik



Berita Baru, Gresik – Kebijakan Kementerian Perikanan mencabut pupuk subsidi pada awal tahun 2022 dinilai sangat merugikan para petani dan petambak di Kabupaten Gresik. Hal tersebut disampaikan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat menghadiri pelantikan DPC HKTI se-Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Selasa, (23/03).

“Tambak butuh pupuk agar tumbuh plankton, rumput laut, sehingga bisa jadi makanan ikan-ikan budidaya seperti bandeng. Oleh karenanya lewat HKTI yang merupakan bridging institution bisa menyuarakan hal-hal semacam ini, ” terangnya.

Bupati Gus Yani yang juga menjabat Wakil Ketua II HKTI Jatim membawahi bidang kelautan perikanan dan perkebunan itu juga membeberkan potensi hasil perikanan dan pertanian yang dihasilkan di Kabupaten Gresik.

Menurutnya, hasil perikanan dari Kabupaten Gresik utamanya Ikan Bandeng yang menyumbang 60% dari total produksi perikanan budidaya secara nasional.

“Dengan besarnya potensi tersebut, Kabupaten Gresik saat ini sudah mendapat dasar hukum dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk membentuk suatu ekosistem yang menggambarkan proses produksi ikan bandeng dari hulu hingga hilir dalam suatu kawasan yang kita namakan Kampung Bandeng,” kata Bupati Gus Yani.

Mengenai hasil pertanian, Bupati Gus Yani mengungkapkan pentingnya branding bagi hasil tani, sehingga bisa menarik pembeli hingga pasar global. Bupati juga mengusulkan agar setiap Hari Tani Nasional 24 September yang lahir pada era Presiden Soekarno, diadakan event pameran dimana seluruh hasil tani dari daerah bisa ditampilkan.

Rangkaian acara pelantikan DPC HKTI se-Jawa Timur dan Rakerda HKTI Jawa Timur dihadiri oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Ketua Umum DPP HKTI Jenderal (Purn) TNI Dr H Moeldoko SIP.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dalam paparannya menyampaikan mengenai Desa Mandiri yang erat kaitannya dengan pertanian dan peternakan, di Jawa Timur saat ini merupakan yang terbaik secara nasional. 

Ia mencontohkan, tingginya jumlah sapi perah dan potong di Jawa Timur sehingga harga daging stabil, dan dalam hal ini diharapkan bisa diperkuat lagi oleh HKTI Jatim.

“Kehadiran HKTI diharapkan semakin meningkatkan pertumbuhan ekonomi di pedesaan, sehingga terjadi pemerataan ke daerah,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua HKTI Jenderal (Purn) Moeldoko yang turut hadir bersama Gubernur Khofifah mengajak seluruh pengurus DPC HKTI se-Jawa Timur agar berkolaborasi dengan seluruh pemerintah daerah, dan juga bagaimana menjembatani pemerintah daerah dengan para petani, serta dengan dunia akademis sebagai pusat riset pertanian.

“HKTI harus bisa memberikan harapan baru kepada petani. Jangan HKTI ikut-ikutan mengeluh. Kita tahu saat ini pupuk mahal, karena pengaruh geo politik, maka kita bisa memanfaatkan pupuk organik dari kotoran sapi misalnya,” jelasnya merujuk jutaan sapi potong yang dimiliki Jatim.