Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Buntut Persekusi Buruh, Ratusan Massa Serikat Pekerja Geruduk PT GMCP Gresik

Buntut Persekusi Buruh, Ratusan Massa Serikat Pekerja Geruduk PT GMCP Gresik

Berita Baru, Gresik – Ratusan massa buruh dari Federasi Serikat Pekerja (FSP) Logam Elektronik Mesin (LEM) Serkat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Gresik menggelar aksi unjuk rasa di halaman PT Graha Makmur Cipta Pratama (GMCP) Jalan Veteran, Gresik, Jum’at (12/3). Aksi ini buntut adanya perundungan atau persekusi salah seorang buruh oleh beberapa orang pada Rabu malam (7/3). 

Massa aksi menuntut keadilan. Mereka menyuarakan aspirasi dengan berorasi di atas mobil komando. Beberapa di antara mereka tampak membentangkan spanduk dan poster berisi sejumlah tuntutan lainnya.

Aksi dikawal pengamanan puluhan personil aparat Kepolisian Polres Gresik, pintu gerbang pabrik Pengekspor Komoditi hasil laut Rajungan ke Amerika ini langsung ditutup untuk menghindari massa mendekat ke Gerbang Pabrik.

Ketua DPC FSP LEM SPSI Gresik, Imam Syaifuddin mengatakan, aksi kali ini sudah sangat mendesak dan harus dilakukan, mengingat para buruh menginginkan keadilan agar tidak ada lagi tindak persekusi maupun pelanggaran-pelanggaran normatif di lingkungan perusahaan.

“Aksi ini kita lakukan agar tindakan-tindakan intimidasi dan yang lain, dan supaya segera ada solusi terkait tindak pelanggaran normatif yang terjadi di perusahaan,” tegasnya, Jum’at (12/3). 

Imam menerangkan, menyayangkan pihak perusahaan terkesan menutup diri terkait hal ini dengan pihaknya. “Makanya kita ada aksi ini dan tadi pihak manajemen dan pihak penasehat hukum menemui, namun karena tidak ada Legal Standing, jadi tidak ada kesepakatan apapun,” terangnya.

Lebih lanjut, Imam menjelaskan bahwa terkait intimidasi terhadap pekerja di dalam perusahaan dihentikan dan dua orang rekan serikat pekerja yang dilaporkan, boleh bekerja kembali. 

“Yang jelas sampai dengan saat ini proses masih lanjut karena tidak ada kesepakatan hukum, kalau perusahaan minta kesepakatan secara hukum ayo, kalo mau seperti ini terus yaa ayoo” tegasnya.

Pihaknya mengungkap, tujuan utama sebenarnya adalah, Pihak serikat pekerja merasa kasihan melihat rekan-rekannya yang bekerja disini namun mendapat tekanan. 

“Harapan kami dari pihak pemerintah tidak menutup mata lantaran proses ini sudah dilaporkan dan klarifikasi dari pihak pihak lain namun responnya ya begitulah,” pungkasnya.

Sementara itu, Pihak Pabrik  PT Graha Makmur Cipta Pratama (PT GMCP) yang akan dikonfirmasi media terkait hal ini usai digeruduk massa serikat pekerja memilih bungkam dan berdalih sedang melakukan rapat.

“Mohon maaf, Pimpinan dan yang lainnya sedang rapat tidak bisa diganggu,” ujar salah seorang anak buah perusahaan Pabrik PT Graha Makmur Cipta Pratama (PT GMCP).

Diketahui, aksi massa Serikat Pekerja LEM SPSI Kabupaten Gresik ini merupakan buntut dari viralnya video berdurasi 10 detik. Video itu memperlihatkan aksi perudungan/persekusi kepada seorang buruh pabrik berinisial THM, yang merupakan Ketua Pimpinan Unit Kerja (PUK) SP LEM SPSI di PT Graha Makmur Cipta Pratama (GMCP).

Korban THM diketahui membela salah satu anggota perempuan yang juga pekerja PT GMPM, dimutasi pimpinan perusahaan ke gudang yang agak jauh dari lokasi pabrik.

Kasus inipun bergulir hingga pelaporan korban ke pihak Kepolisian Polsek Kebomas Kabupaten Gresik dengan nomor surat LP/B/57/III/2022/SPKT/POLSEK KEBOMAS/POLRES GRESIK/POLDA JATIM.