Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Menteri Desa, PDT dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar, di dampingi Istri Lilik Umi Nasriyah meresmikan sekaligus meninjau Bumdesma Cirebon bangkit Bersama, desa Kamarang Kec. Greged Kab. Cirebon, pada Jum'at (18/2). (Foto: Angga/Kemendes PDTT)
Menteri Desa, PDT dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar, di dampingi Istri Lilik Umi Nasriyah meresmikan sekaligus meninjau Bumdesma Cirebon bangkit Bersama, desa Kamarang Kec. Greged Kab. Cirebon, pada Jum’at (18/2). (Foto: Angga/Kemendes PDTT)

BUMDes Bersama Bangkit Bersama Cirebon Resmi Beroperasi, Gus Halim: Harus Berhasil dan Sustainable

Berita Baru, Jakarta – Mendes PDTT, Abdul Halim Iskandar meminta BUM Desa Bersama Bangkit Bersama Cirebon untuk mengelola secara profesional, komprehensif serta berkelanjutan secara jangka panjang.

Menteri yang akrab disapa Gus Halim menaruh harapan besar pada BUMDes Bersama Bangkit Bersama Cirebon sebagai salah satu pilot project Desa Peternakan Terpadu yang keberhasilannya akan direplikasi oleh desa-desa lainnya.

“Yang penting sustainability terkait program ini. Karena prinsipnya Pak Bupati, peternakan berkelanjutan menjadi tekanannya berkelanjutan, jangan sampai kemudian berhenti satu periode,” ujar Gus Halim.

Hal itu diungkap saat Gus Halim meresmikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bersama Cirebon Bangkit Bersama di Kandang Sapi yang terletak Desa Kamarang, pada Jumat (18/2).

Gus Halim menjelaskan, sustainable tersebut berarti program yang sedang dilakukan dapat berkelanjutan secara jangka panjang, baik berkelanjutan dalam aspek lingkungan, sosial, maupun ekonomi.

Dengan demikian, program desa peternakan terpadu berkelanjutan akan mendukung pemenuhan kebutuhan pangan nasional khususnya pangan hewani secara berkesinambungan serta berdampak secara ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Karena menurut Gus Halim, ketahanan pangan sudah merupakan program prioritas pembangunan Indonesia. 

“Harus ada kelanjutannya dan tidak ada batas periodisasi. berkelanjutan tidak hanya untuk masyarakat lokal melainkan juga dapat memberikan multiplier effect untuk daerah sekitarnya,” sambung Gus Halim.

Gus Halim menambahkan, ketahanan pangan hewani sangat penting di samping juga dengan ketahanan pangan nabati. Ketahanan pangan menjadi salah satu isu penting yang harus diselesaikan baik dari tingkat global maupun daerah.

Karena memang tantangan ke depan di beberapa negara sudah mulai musim kelaparan dan kekurangan pangan.

“Kalau kita lihat di televisi sudah banyak beberapa negara di Afrika sudah mulai kekurangan pangan. Nah, Indonesia harus siap menyongsong permasalahan global yang akan kita hadapi bersama, yaitu ketahanan pangan,” ungkapnya.

Oleh karena itu, lanjut Gus Halim, pihaknya terus berupaya untuk melakukan peningkatan ketahanan pangan, baik yang nabati maupun hewani. Salah caranya dengan program desa peternakan terpadu berkelanjutan.

“Termasuk program ini, yang kita bikin pilot project di tujuh titik, Jawa Barat dua titik, di Cirebon 1 titik, di Kabupaten Bandung 1 titik,  kemudian di tempat lain ada 7 selain  di sini,” ujar Gus Halim.

Program desa peternakan terpadu berkelanjutan telah dimulai sejak tahun 2021 dengan sasaran program tersebut adalah BUMDes Bersama yang melibatkan 5 sampai 10 desa.

Arahnya desa-desa yang berpotensi di sektor peternakan akan dikembangkan sebagai sentral-sentral penyedia daging baik daging sapi, kambing, ayam hingga pusat hortikultura. 

Gus Halim juga menjelaskan, arahan Presiden Joko Widodo untuk menjamin ketahanan pangan nasional, pasalnya masalah pangan adalah tantangan yang akan dihadapi setelah pandemi.

“Satu hal yang menjadi tekanan Pak Presiden bahwa tantangan kita setelah pandemi COVID-19 ini adalah pangan. Jadi masalah pangan akan menjadi tantangan yang global, bukan hanya Indonesia,” ungkap mantan Ketua DPRD Jawa Timur ini.

Sebagai informasi, pilot project program Desa Peternakan Terpadu Berkelanjutan dimulai di 7 (tujuh) BUM Desa Bersama di 7 (tujuh) kabupaten; yaitu Kabupaten Bandung, Cirebon, Kebumen, Nganjuk, Jombang, Lumajang, dan Kudus.

Rata-rata setiap BUMDes Bersama melibatkan sekitar 5-10 desa di sekitarnya.

Ketujuh BUM Desa Bersama yang menjadi proyek percontohan ini telah mendapatkan pelatihan dan pendampingan dari Kemendes PDTT dan pihak ketiga. Pilot project ini telah melibatkan hingga 72 desa dengan luas lahan usaha 140.000 m2 (14 hektare).  

Adapun 10 Desa yang tergabung dalam BUM Desa Bangkit Bersama Cirebon yakni, Desa Kamarang, Desa Durajaya, Desa Sindangkempeng, Desa Gumulung Tonggoh, Desa Gumulung Lebak, Desa Panambangan, Desa Karangwuni, Desa Asem, Desa Babakan, dan Desa Bojong Wetan. 

Turut hadir bersama Gus Halim, yakni Staf Khusus Menteri PMK Hermawan, Bupati Cirebon Imron Rosyadi, Anggota komisi V DPR RI Dedi Wahidi, Dirjen Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa, Kementerian Desa, PDTT Harlina Sulistyorini serta Direktur Utama PT. Berdikari Harry Warganegara.