Buku Tuhan Tidak Adil?, Catatan Spiritual Connie Constantia

Connie Constantia saat launching buku "Tuhan Tidak Adil?" di Jakarta.

Berita Baru, Jakarta – Connie Constantia, penyayi era tahun 1980-an ini akhirnya merasa lega. Buku Tuhan Tidak Adil? yang ia tulis bersama Jadul Maula, Kyai sekaligus Budayawan asal Yogyakarta sudah siap dibaca publik.

Melalui buku yang ditulis selama 10 tahun dan melewati uji 12 penulis di berbagai daerah, perempuan yang akrab disapa CC ini mengisahkan pengalaman spritual yang ia alami tentang keesaan Allah.

“Ketika itu saya masih kecil Isa Almasih datang berupa laser yang tajam menusuk mata dan hati. Lalu berkata, ‘Sabar Jo ngana anak, suatu saat kamu mengerti’,” ucap CC mengenang peristiwa saat dirinya berusia 9 tahun di tengah himpitan kesulitan hidup pada wartawan usai peluncuran buku di Jakarta Selatan, Minggu (02/02).

Ibu dua anak ini mengakui, dirinya mengimani ajaran Yesus Isa Al Masih dan Rosulullah Muhammad SAW.

“Saya dilahirkan dari keluarga Kristen, namun setelah mengalami pengalaman rohani itu, iman saya kembali pada keimanan yang sesungguhnya. Saya mengimani ajaran Yesus Isa Al Masih dan Rosulullah Muhammad SAW, jadi dua ajaran ini yang saya imani. Saya tidak mau bicara agama saat ini,” lanjut CC di dampingi Kyai Jadul Maula dan Kyai Wong.

Berita Terkait :  Tuhan Tidak Adil? Memaknai Ulang Kebertuhanan Kita

Di halaman 66, CC mengisahkan perjumpaanya dengan Isa Al Masih yang membuat hati dan telinganya menggema.

“Aku ada di dalam Islam yang benar, Kristen yang benar, aku juga ada di semua agama yang benar, yaitu yang menyembah kepada Allah Yang Esa, taat menjalankan perintah-Nya dan membenarkan semua Nabi dan semua utusannya.”

Halaman 66, buku Tuhan Tidak Adil?

Tangapan Ulama

Adapun Kia Wong yang mendampingi CC dalam peluncuran buku menjelaskan, dalam khasanah Islam, percaya kewahyuan sebelum nabi Muhammad SAW adalah satu paket keyakinan satu dan menjadi rukun iman.

“Yang menarik adalah begini, saya kira apa yang dialami oleh mbak Connie ini ada satu letupan peristiwa spritual yang menengahkan informasi yang sebenarnya bukan hal baru, hal yang sudah ada. Ini ada sosok Isa, ini ada sosok Muhammad yang dihadirkan pada sosok Connie, manusia biasa disekitar kita. Bukan seorang santo, bukan seorang spritualis atau sebagainya, bahkan ia (lebih) dikenal sebagai seorang selebriti,” kata Kiai Wong menjelaskan pengalaman spiritual CC.

Berita Terkait :  Tuhan Tidak Adil? Memaknai Ulang Kebertuhanan Kita

Ia juga mengajak masyarakat untuk menerima kebenaram tanpa menilai si pembawa pesan. Apalagi, pesan tersebut di dahului oleh berbagai pertanda.

“Kalau ada kebenaran yang disampaikan kenapa kita tampik kalau itu memang satu kebenaran,” tegasnya.

Menurutnya, kebenaran itu adalah suatu yang transenden. Ia mengatakan yang dialami CC sebagai peristiwa majdub, terangkat, kasaf atau penyingkapan personal.

“Apa yang ia katakan bisa diverifikasi melalui khazanah Injil, maupun khazanah Quran. Maka, saya sebagai muslim, menyerahkan kepada Allah. Mari kita terima dengan lapang dada. Pesannya adalah jalan cinta, jalan cinta Illahiah yang perlu kita bagi,” pungkasnya.

CC menyanyikan beberapa lagu hitsnya saat acara peluncuran buku.
- Advertisement -

1 KOMENTAR

Tinggalkan Balasan