Budidaya Jamur, Sulastri Miliki Omset Rp3 Juta Per Bulan

Sulastri
Sulastri (foto:beritabaru.co)

Beritabaru.co, Padang – Sulastri adalah seroang Ibu rumah tangga yang tinggal di Kelurahan Dadok Tunggul Hitam, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat. Kesibukan mengurus keluarga tidak menyurutkan kreativitas dan jiwa kewirausahaannya.

Hal ini terbukti dari keberhasilannya melakukan budidaya jamur di sekitar pekarangan rumahnya, yang memberikan tambahan pendapatan bersih sebesar Rp3 juta per/bulan.

Lastri, panggilan akrabnya, memiliki dua rumah jamur dengan kapasitas sebesar 2000 baglog. Menurutnya, budidaya jamur akan mengalami masa produktif pada musim penghujan dengan suhu sekitar 26 sampai 28 derajat celcius atau dengan suhu rendah. Sedangkan pada musim panas, produksi jamur miliknya biasanya berkurang.

“Saya memiliki dua rumah jamur dengan 2.000 baglog. Alhamdulillah, dari panen jamur itu saya bisa mendapatkan omzet hingga Rp3 juta per bulan”. Terang Lastri kepada Media Center Kota Padang, sebagaimana dikutip redaksi Beritabaru.co.

Di dalam dua rumah jamur miliknya, Lastri membudidayakan jamur kuping, jamur milky, jamur merang dan jamur tiram. Setiap hari dia bisa memanen jamur 2 kg hingga 3 kg.

“Tidak sulit untuk melakukan budidaya jamur. Hanya butuh media sebuah baglog yang dibuat dari serbuk gergajian kayu dicampur dengan dedak. Di sekitar rumah saya kebetulan ada usaha gergajian kayu, jadi tak perlu beli”. Tuturnya.

Tingginya tingkat permintaan dari konsumen, memicu Lastri untuk membentuk kelompok yang terdiri dari para tetangga sekitar rumahnya.

Berita Terkait :  Lahan Menyusut, Pertanian Perkotaan Jadi Solusi

Produk jamur dari kelompok tersebut dikumpulkan dan dipasarkan untuk memenuhi permintaan pelanggan. Meskipun begitu, produksi jamur yang mereka hasilkan belum juga mampu memenuhi permintaan pasar yang terus bertambah antara lain restoran-restoran dan minimarket maupun supermarket besar.

“Tingkat produksi masih belum tinggi, karena juga dipengaruhi cuaca panas, serta jumlah warga yang tutur budidaya juga masih sedikit”. Terangnya.

Jamur yang diproduksi oleh Lastri dipatok dengan harga jual sekitar Rp30.000 per kilogram untuk jamur tiram, jamur milky berkisar antara Rp50.000-Rp60.000 per kilogram.

Jika panen jamur cukup banyak, biasanya dia dan tetangganya mengolah jamur menjadi aneka makanan lezat, seperti rendang jamur, bakso jamur, krispi jamur, kerupuk jamur, nuget dan risoles.

Tetapi pengolahan jamur ini dinilainya kurang menjanjikan. Pasalnya mereka belum punya pasarnya. Pernah dicoba menawarkannya ke sejumlah swalayan atau toko oleh-oleh, tetapi mereka menolaknya.

“Kami sudah memiliki izin usaha, tetapi produk kami tidak diterima di swalayan. Jadi kami fokus saja pada budidaya dan menjual jamur mentah”. Pungkasnya.

Tinggalkan Balasan