Berita

 Network

 Partner

BPSPL Ungkap Penyebab Lumba-lumba Terdampar di Pantai Selatan Tulungagung

BPSPL Ungkap Penyebab Lumba-lumba Terdampar di Pantai Selatan Tulungagung

Berita Baru, Jakarta – Analis Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar Wilayah Kerja Jatim, Suwardi, mengatakan bahwa fenomena menepinya kawanan lumba-lumba maupun paus di pesisir selatan diduga cuaca buruk di tengah laut.

Menurut Suwardi, kondisi tersebut membuat mamalia lau sengaja menepi ke dekat kawasan pantai untuk mencari perlindungan.

“Kalau melihat cuaca di laut saat ini kurang bersahabat dan banyak badai, kemungkinan besar mamalia laut seperti lumba-lumba maupun paus minggir karena kondisi cuaca,” kata Suwandi, dikutip dari detik.com, Minggu (5/9).

Ia menyampaikan, fenomena itu tidak hanya di Tulungagung. Sebab pihaknya juga menerima laporan adanya peristiwa serupa di wilayah Bali.

Sebelumnya, selama dua hari terakhir tercatat sejumlah mamalia laut terdampar di pantai selatan Tulungagung. Sabtu (4/9) seekor paus terdampar di Pantai Sine, Kecamatan Kalidawir. Beruntung masih bisa diselamatkan dengan didorong tim SAR ke tengah laut.

Pada hari yang sama, penjaga Pantai Sidem, Kecamatan Besuki menemukan dua ekor lumba-lumba di bibir pantai, dalam kondisi mati.

Sementara pada Minggu pagi juga kembali ditemukan tiga lumba-lumba yang terdampar di Pantai Sidem. Dua ekor berhasil didorong ke tengah, sedangkan satu ekor masih berada di pantai.

Menurut Suwandi, selain karena cuaca, beberapa faktor lain, di antaranya disorientasi seperti terluka maupun sakit, juga bisa mempengaruhi mamalia laut menepi maupun terdampar di pantai. “Atau bisa juga terkena jaring nelayan. Banyak faktor sebetulnya,” tambahnya.

Suwardi mengimbau agar masyarakat membantu memberikan perlindungan jika ada paus atau lumba-lumba terdampar, sebab hewan tersebut masuk kategori dilindungi. “Semua mamalia laut dilindungi, mulai paus, lumba-lumba hingga dugong dan lainnya,” imbuhnya.

Ia menyampaikan, perlindungan lumba-lumba atau paus terdampar bisa dilakukan dengan segera melapor ke aparat terkait. Seperti TNI AL, dinas kelautan maupun otoritas pelabuhan, sehingga bisa diambil tindakan penyelamatan. “Kalau kondisinya masih hidup usahakan tetap di air jangan ditarik ke darat. Jika sehat bisa didorong ke tengah laut,” jelasnya.

Namun apabila mamalia laut kondisinya sakit atau mengalami kelelahan, lanjutnya, seyogyanya ditempatkan pada air yang relatif tenang dan terhindar dari hempasan ombak secara langsung. Langkah itu dinilai akan membantu proses pemulihan.

“Usahakan jangan banyak menyentuh terutama bagian sirip dan ekor. Sebab, itu yang akan digunakan untuk berenang, jangan sampai mengalami luka,” tukasnya.

Berita Terkait :  Terhitung April, Pemerintah Sudah Tarik Utang Rp 223,8 Triliun