Pertemuan Boris Johnson dan Donald Trump Ditunda

Berita Baru, Internasional – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, berusaha untuk melakukan perjanjian perdagangan dengan Inggris, pasca-Brexit sebelum tahap akhir kampanye pemilihan presiden 2020 dimulai.

Dikutip dari The Sun, pihak Administrasi Presiden Trump, mengatakan bahwa Perdana Menteri Inggris Boris Johnson – yang baru-baru ini melakukan perombakan besar terhadap kabinetnya – sudah berulang kali menunda kunjungan ke Washington.

Kunjungan itu awalnya diperkirakan akan berlangsung pada Januari atau Februari. Penundaan itu memicu kekhawatiran di kalangan kalangan politik London bahwa langkah itu dapat merusak hubungan dengan kabinet.

Menurut laporan media, kemungkinan pertemuan antara Boris Johnson dan Trump berikutnya berlangsung paling cepat awal Juni. Dimana Johnson diperkirakan akan menghadiri KTT G7 di Camp David, AS.

Menurut The Sun, sampai saat itu, Johnson akan lebih banyak terlibat dengan masalah-masalah domestik dan tidak ada jadwal untuk melakukan kunjungan.

“Menaikkan level negara, membuat jalan-jalan aman dan mengatur NHS adalah alasan mengapa Johnson memenangkan pemilihan. Ketika Eye of Sauron mati Whitehall pun ikut mati, lalu segalanya berhenti bekerja. Itulah sebabnya Johnson menanggalkan semua kunjungan luar negerinya tahun ini, tak lain adalah untuk menyelesaikan agendanya,” sindir pejabat senior Inggris menggunakan analogi Lord of The Rings, dikutip The Sun.

The National Health Service atau NHS (Layanan Kesehatan Nasional) Inggris dilaporkan menjadi salah satu poin penting selama negosiasi tahun lalu antara Amerika dan Inggris mengenai prospek kesepakatan perdagangan di masa depan.

Jeremy Corbyn selaku Pemimpin Buruh Inggris menuduh Johnson ingin menjual NHS pada perusahaan perawatan kesehatan swasta dari AS. Ia juga menuduh Johnson mengimpor ayam yang diklorinasi dari AS. Sehingga lebih menguntungkan namun kualitasnya jauh di bawah standar makanan Inggris. Akan tetapi, Johnson membantah klaim tersebut.

Johnson berulang kali menegaskan bahwa ia akan melindungi kepentingan Inggris dalam kesepakatan perdagangan di masa depan dengan Amerika Serikat, termasuk standar NHS.

Menurut laporan media, perjalanan Johnson yang tertunda ke AS berisiko membuat marah Trump dan para penasihatnya. Di samping itu, keputusan Johnson untuk mengizinkan perusahaan Cina membangun jaringan 5G di Inggris juga dianggap membahayakan kesepakatan perdagangan di masa depan dengan AS.


PenulisIpung
SumberSputnik News
Facebook Comments
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini