Berita

 Network

 Partner

Bolsonaro: “Tiga Kemungkinan Masa Depan Saya, Ditangkap, Dibunuh, atau Menang”
(Foto: BBC)

Bolsonaro: “Tiga Kemungkinan Masa Depan Saya, Ditangkap, Dibunuh, atau Menang”

Berita Baru, Internasional – Presiden Brasil, Jair Bolsonaro, mengatakan dia melihat tiga kemungkinan masa depannya: penjara, kematian atau kemenangan dalam pemilihan presiden tahun depan.

Dalam jajak pendapat, pemimpin populis sayap kanan itu membuntuti mantan Presiden sayap kiri Luis Inacio Lula da Silva.

“Saya memiliki tiga alternatif untuk masa depan saya: ditangkap, dibunuh, atau menang,” katanya kepada para pemimpin evangelis.

Tetapi kemudian dengan jumawa Bolsanoro menambahkan bahwa tidak ada kemungkinan dirinya akan dipenjara karena “tidak ada seorang pun di Bumi yang akan mengancam saya,” ujarnya.

Pada tahun 2018, Bolsonaro hampir ditikam sampai mati di jalur kampanye. Pernyataannya muncul di tengah ketegangan sengit antara dia dan otoritas peradilan dan pemilu negara itu.

Berita Terkait :  Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo di Mata Kaka

Presiden berusia 66 tahun, yang berharap untuk masa jabatan kedua tahun depan, mempertanyakan sistem pemilihan elektronik Brasil dan mengancam tidak akan menerima hasil pemilihan presiden tahun depan.

Pada hari Rabu, kepala pengadilan pemilihan Brasil bersikeras tidak ada masalah dengan sistem pemungutan suara.

Tetapi pada pertemuan dengan para pemimpin Kristen pada hari Sabtu, Bolsonaro menolak untuk mundur dalam kritiknya.

“Kami memiliki presiden yang tidak menginginkan atau memprovokasi perpecahan, tetapi semuanya memiliki batas dalam hidup. Saya tidak bisa terus hidup dengan ini,” katanya.

Presiden mendesak para pemimpin evangelis untuk bergabung dengan demonstrasi nasional yang direncanakan pada 7 September untuk mendukungnya.

Pada hari Jumat, 150 masyarakat adat memprotes di depan istana kepresidenannya menjelang keputusan mahkamah agung utama di tanah leluhur mereka.

Berita Terkait :  Rahasia Berumur Panjang : Tidak Pergi Tidur dalam Keadaan Marah

Bolsonaro telah mendukung mundurnya hak-hak masyarakat adat, dengan mengatakan bahwa mereka adalah penghalang bagi ekspansi pertanian.

Sementara selain berperang dengan virus corona yang telah menewaskan lebih dari setengah juta warga Brasil, negara itu juga tengah berjuang dengan inflasi yang tinggi, kelaparan, dan pengangguran.