Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Blusukan ke Pasar Tradisional, Mahasiswa Universitas Billfath Lamongan Bagikan Ribuan Masker

Blusukan ke Pasar Tradisional, Mahasiswa Universitas Billfath Lamongan Bagikan Ribuan Masker



Berita Baru, Lamongan – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) bersama Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fakultas Hukum Universitas Billfath Lamongan blusukan membagikan ribuan masker di Area Pasar Tradisional, Kecamatan Sekaran, Lamongan, Senin (01/02).

Rombongan mahasiswa yang dipimpin Gubernur BEM FH Universitas Billfath Febri Yulianto didampingi Dosen Pembina Ali Fuad Hasyim, serta jajaran Polsek, Kodim dan Ketua Paguyuban Pasar membagikan sebanyak 3000 masker dengan sasaran pedagang, pembeli, penguna jalan, tukang parkir serta masyarakat di sekitar Pasar Sekaran. Selain itu, mereka juga mensosialisasikan pentingnya disiplin penerapan protokol kesehatan (Prokes).

Gubernur BEM FH Universitas Billfath, Febri Yulianto mengatakan, sebelum turun untuk mensosialisasikan dan membagikan masker, tim telah melakukan survei di wilayah mana yang kesadaran masyarakat masih rendah menggunakan masker.

“Sebelum turun, 3 hari sebelumnya kami survey ke lokasi, bahwasannya masih banyak masyarakat tidak memakai masker, dan juga tidak mengindahkan protokol kesehatan,” katanya.

Dijelaskan Febri, saat turun di lokasi, jajarannya menyampaikan kepada masyarakat pentingnya tetap patuhi protokol kesehatan, hal ini bertujuan sebagai upaya terus menerus menekan penyebaran Covid-19.

Sementara itu, Ali Fuad Hasyim selaku Dosen Pembina BEM Fakultas Hukum merasa sangat bangga dan mengapresiasi kegiatan yang dilakukan mahasiswanya.

“Selain akademisi yang harus dituntaskan, kami mengapresiasi karena adik-adik mahasiswa mempanyai jiwa sosial yang tinggi untuk masyarakat di tenggah sibuknya mereka melakukan pembelajaran secara daring,” ucap Fuad saat mendampingi rombongan mahasiswa di lapangan.

Salah satu pedagang, Erna mengungkapkan rasa senang dengan adanya kegiatan ini. Terlebih di lingkungan pasar yang sangat rawan penyebaran virus.

“Baru kali ini ada bagi-bagi masker dipasar, saya sangat senang bukan karena harganya tapi manfaatnya,” terangnya. (Yok/Rif).