Berita

 Network

 Partner

BLT Covid-19, Presiden Jokowi: Semua Harus Berjalan Minggu Ini

BLT Covid-19, Presiden Jokowi: Semua Harus Berjalan Minggu Ini

Berita Baru, Jakarta – Presiden Joko Widodo meminta kepada Menteri Sosial dan Menteri Keuangan untuk segera mencairkan bantuan langsung tunai (BLT) untuk meredam dampak ekonomi Covid-19 agar dicairkan dalam minggu ini.

Dilansir dari CNNI, Presiden Jokowi mengatakan telah mengecek terhadap dampak Covid-19 terhadap ekonomi masyarakat.

“Ini sudah sangat-sangat mendesak sekali, baik berkaitan kartu prakerja , PKH, BLT, kartu sembako, baik pembagian sembako Jabodetabek semua harus berjalan minggu ini. Jangan nanti di bawah melihat hanya omong saja tapi barang ndak sampai ke rakyat ke masyarakat,” kata Presiden.

Sebelumnya, Presiden Jokowi membuat kebijakan menggelontorkan bantuan langsung tunai (BLT) untuk meredam dampak ekonomi Covid-19 di Indonesia. Besaran BLT yang akan diterima per kepala keluarga adalah Rp600 ribu per bulan.

Berita Terkait :  Istana Belum Pastikan Penandatangan UU Cipta Kerja

Sementara, Menteri Keuangan, Sri Mulyani menjelaskan bahwa BLT tersebut akan dibagikan kepada jutaan masyarakat.

“Jadi penerima BLT adalah di luar PKH dan bansos BPNT atau Kartu Sembako,” ujar Sri Mulyani.

Bantuan tersebut, lanjut Sri Mulyani diberikan kepada sekitar 2,5 juta warga atau 1,2 juta keluarga di DKI Jakarta. BLT akan diberikan berupa paket sembako senilai Rp600 ribu per bulan selama tiga bulan.

Selain itu, menurutnya pemerintah juga akan membagikan bantuan paket sembako kepada 1,6 juta warga atau 576 ribu kepala keluarga di wilayah Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Bodetabek).

Secara totaal, pemerintah memberikan insentif perlindungan sosial khusus penanganan pandemi Covid-19 mencapai Rp110 triliun.

Insentif perlindungan sosial tersebut diberikan melalui Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Sembako Murah, Kartu Prakerja, Paket Sembako, listrik, dan insentif perumahan.

Berita Terkait :  Hadiri Mimbar Demokrasi, Influencer Gabe Wely Nyatakan Bergabung dengan BMI