Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia (Ketum Kadin) Arsjad Rasjid
Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia (Ketum Kadin) Arsjad Rasjid dalam program Eksklusif Blakblakan. (Foto: Tangkap Layar)

Blak-blakan, Ketum Kadin Bicara Rumor Perpanjangan Masa Jabatan Presiden

Berita Baru, Jakarta – Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia (Ketum Kadin) Arsjad Rasjid menilai isu perpanjangan masa jabatan Presiden Jokowi memang terbuka, tapi tetap harus berlandaskan hukum yang berlaku di Indonesia.

Hal itu ia ungkap dalam acara eksklusif blak-blakan detik.com, menanggapi rumor sejumlah pengusaha diklaim berharap masa jabatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) diperpanjang hingga 2027.

“Pengusaha banyak ya, ada pengusaha besar, pengusaha menengah, dan pengusaha kecil mikro. Pengusaha yang mana ini?” kata Arsjad, dikutip dari detik.com, Jumat (21/1).

“Kalau ada perpanjangan bagaimana? Saya mengatakan semua opsi dibuka, tapi pertama harus dilihat mengenai hukumnya apakah bisa atau bagaimana,” tambahnya.

Arsjad juga mempertanyakan soal isu perpanjangan masa jabatan presiden. Karena menurutnya, seorang pengusaha terbiasa membuat skenario terbaik hingga terburuk sebelum mengambil keputusan.

“Jadi semua harus kita lihat opsi-opsi itu. Contoh perpanjangan ini yang menjadi case. Ini adalah, kenapa ada isu perpanjangan. Kebanyakan yang melihat ini karena lagi pandemi, lagi susah, belum stabil. Kalau sekarang ini kita lagi pusing ngurusin pandemi okelah, tapi balikkan tatanan hukum,” kata Arsjad.

Arsjad kemudian mengibaratkan pemerintahan presidensial seperti bus yang ada supir dan kondekturnya. Sedangkan masyarakat layaknya penumpang dalam bus yang mempercayakan keselamatan dan tujuannya kepada supir bus.

“Jadi sebetulnya yang paling penting kita sepakati tujuan dari bus ini mau ke mana. Itu Indonesia tadi dikatakan awalnya Indonesia emas 2045 atau 100 tahun Indonesia merdeka. Kita melihatnya sama nggak tujuannya,” jelas Arsjad.

Terkait sosok presiden ke depan, Arsjad mengatakan siapapun pemimpinnya bisa dipilih dan setiap orang punya pilihan yang berbeda-beda. “Sopir bisa kita pilih. Setiap orang punya pilihan,” ujarnya.

“Ada yang suka ngebut, ada yang slow, nanti kita tinggal bilang sama sopir. Jadi jangan terperangkap dengan siapanya. Nah kita jangan salah pilih sopir. Tapi tujuannya dulu, biar kita tahu rutenya ke mana,” tukas Arsjad.