Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Biaya Kremasi Mahal, Mayat Covid-19 di India Ditemukan Mengapung di Sungai
(Foto: The Guardian)

Biaya Kremasi Mahal, Mayat Covid-19 di India Ditemukan Mengapung di Sungai



Berita Baru, Internasional – Setidaknya 90 mayat yang diduga korban Covid-19 ditemukan mengapung di sungai India. Virus telah menyebar ke daerah pedesaan dan negara itu mencatat jumlah kematian harian tertinggi sejauh ini.

Lebih dari 70 mayat ditemukan mengambang di Sungai Gangga di Kabupaten Buxar, di Negara Bagian Bihar dan puluhan mayat ditemukan di hulu di distrik Ghazipur dan Ballia di negara tetangga Uttar Pradesh.

Beberapa lagi ditemukan mengambang di Runj River di Panna, Madhya Pradesh, sungai yang berfungsi sebagai sumber air untuk penduduk desa dan ternak mereka.

Kabar tersebut datang setelah catatan lonjakan kasus nasional India, dengan 4,205 kasus pada hari Selasa, tertinggi sejak dimulainya pandemi. India juga melaporkan 348.421 infeksi lainnya, sehinga jumlah kasus total mencapai 20,3 juta kasus.

Awal pekan ini, 30 mayat ditemukan di Gangga. Pejabat pemerintah mengatakan bahwa sulit untuk mengkonfirmasi jika mereka meninggal karena covid-19 atau penyebab lain.

Argumen lain mengatakan bahwa mayat-mayat telah dibuang karena kenaikan biaya kremasi, dengan krematorium dan kayu bakar yang mahal serta persediaan yang cukup menipis.

Mayat-mayat yang mengambang ditemukan oleh penduduk desa setempat yang menggunakan sungai sebagai sumber air untuk minum dan mencuci. Gangga juga merupakan sungai paling suci bagi Hindu dan disembah sebagai Ganga Dewi.

Mantan kepala desa Mubarakpur di kabupaten itu mengatakan pembuangan mayat telah terjadi “sejak minggu lalu”.

Uttar Pradesh dan Bihar, dua wilayah ini saling melempar kesalahan terkait mayat-mayat tersebut. “Tubuh telah melayang ke Bihar dari Uttar Pradesh,” kata Menteri Bihar Sanjay Kumar Jha. Otoritas Uttar Pradesh telah membantah tudingan tersebut.

Para pejabat mengatakan sisa-sisa washing-up akan dimakamkan di kuburan massal, meskipun sampel DNA akan diambil dari mereka terlebih dahulu.

Dalam pernyataan pers, pemerintahan Buxar mengatakan telah memberi tahu pejabat setempat “untuk waspada tentang insiden-insiden seperti itu di masa depan dan juga meminta mereka untuk membuat penduduk setempat sadar untuk tidak melemparkan mayat ke sungai”.

Sementara kasus Covid di kota-kota terbesar di India, terutama di Delhi dan Mumbai tampaknya melambat, hampir 90% dari India masih memiliki tingkat kepositifan coronavirus yang tinggi, dengan dampak bergeser ke daerah pedesaan. Di Bihar, 76% kasus berada di daerah pedesaan dan kota kecil, sedangkan di Uttar Pradesh angka mencapai 65%.

Pergeseran ini menjadi perhatian bagi para pejabat karena daerah pedesaan India memiliki infrastruktur kesehatan yang buruk, kurangnya dokter, ventilator, fasilitas oksigen, dan kapasitas pengujian covid.

Pemerintah Uttar Pradesh mengatakan telah memberikan konsentrator oksigen, yang oksigen dari udara, dan ventilator ke semua kabupaten dan fasilitas pengujian sedang didirikan di 97.000 desa.

Minggu ini, Organisasi Kesehatan Dunia mengklasifikasikan varian Covid yang telah muncul di India, B.1.617, sebagai “varian mengkhawatirkan” setelah bukti awal bahwa varian tersebut lebih menular. B.1617 di India, menjaadi varian Covid keempat, setelah yang pertama kali ditemukan di Brasil, Afrika Selatan dan Inggris.