BI Beli Surat Berharga Negara Sebesar Rp 40,77 Triliun untuk Bantu Danai APBN

Berita Baru, Jakarta – Bank Indonesia (BI) membeli Surat Berharga Negara (SBN) dari pasar perdana sebesar Rp 40,77 triliun per 16 Februari 2021 untuk pendanaan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2021.

“Besarnya pembelian SBN di pasar perdana hingga 16 Februari 2021 sebesar Rp 40,77 triliun, terdiri dari sebesar Rp 18,16 triliun melalui mekanisme lelang utama dan sebesar Rp 22,61 triliun melalui mekanisme lelang tambahan atau Greenshoe Option,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers daring, Kamis (18/2/2021). 

Pembelian SBN dari pasar perdana ini melalui mekanisme sesuai dengan Keputusan Bersama Menteri Keuangan dan Gubernur BI pada 16 April 2020, sebagaimana telah diperpanjang pada 11 Desember 2020 hingga 31 Desember 2021.

Perry mengatakan, sedangkan sepanjang 2020 BI telah melakukan pembelian SBN di pasar perdana sebesar Rp 473,42 triliun untuk pendanaan APBN 2020. Sementara itu, kondisi likuiditas di perbankan dan pasar keuangan tetap longgar.

“Sejak tahun 2020 BI telah menambah likuiditas atau sering disebut quantitative easing di perbankan sebesar Rp 750,38 triliun atau 4,86 persen dari PDB, terdiri dari Rp 726,57 triliun pada tahun 2020 dan sebesar Rp 23,81 triliun hingga 16 Februari 2021,” ujar Perry.

Berita Terkait :  Stafsus Menkeu Jawab Tudingan Negara Bangkrut Karena Burden Sharing

Kondisi likuiditas yang longgar telah mendorong tingginya rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DBK), yang pada Januari 2021 tercatat sangat tinggi yaitu 31,64 persen, dan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang juga tinggi sebesar 10,57 persen.

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini