Bersiap Bangkit, ISIS Kembali Sebar Ancaman

Bendera ISIS

Beritabaru.co, Internasional. – Kelompok radikal Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) bersumpah akan menggencarkan serangan untuk melawan pasukan koalisi Amerika Serikat dan pasukan Kurdi di wilayah timur Suriah.

Ancaman itu muncul ketika organisasi pimpinan Abu Bakr Al-Baghdadi itu disebut-sebut bangkit kembali di Suriah meski telah kehilangan sebagian besar wilayah kekuasaannya selama dua tahun terakhir.

“Api pertempuran antara kami dan mereka telah dihidupkan kembali dan akan terus meningkat,” bunyi pernyataan ISIS melalui sebuah video yang diunggah di saluran Telegram kelompok tersebut, Minggu (11/8).

Dalam video tersebut, ISIS juga turut menyapa para pejuang kelompoknya yang mereka sebut sebagai “Tentara Islam” bersama para warga negara kekhalifahannya.

ISIS juga menuduh negara-negara yang tergabung dalam koalisi AS telah menjebak sekutu-sekutu lokal mereka di Suriah. Di mana sebagian besar merupakan kelompok pemberontak, termasuk pasukan Kurdi.

“Mereka telah dilempar ke dalam bara api perang yang sengit yang akan meninggalkan mereka tanpa ekor dan kepala,” bunyi peringatan dalam video itu.

Dalam salah satu adegan, video itu juga memperlihatkan eksekusi mati seperti pemenggalan kepala dan tembak mati jarak dekat sekelompok orang. Orang-orang itu diklaim merupakan pejuang Kurdi yang menjadi tawanan.

Dilansir AFP,  video tersebut merupakan yang kedua kalinya  dirilis ISIS sejak kejatuhan kelompok itu di Baghouz. Pada April lalu, mereka juga merilis video sang pemimpin tak lama setelah mengklaim bertanggung jawab atas serangan teror di Sri Lanka.

Dalam video itu, Baghdadi menjanjikan pembalasan dan “pertempuran panjang” di masa depan.

Kelompok ISIS mulai muncul di Timur Tengah pada 2014 ketika perang sipil di Suriah masih terus berkecamuk. Sejak itu, ISIS mendeklarasikan sebagai sebuah negara dan merebut sebagian wilayah Suriah serta Irak.

Kelompok tersebut mulai kehilangan sebagian besar wilayahnya di Irak pada 2017 dan Suriah pada 2018, terutama ketika pauskan Kurdi Suriah merebut wilayah Baghhouz di Provinsi Deir Ezzor dengan dukungan serangan udara koalisi AS.

Meski mengalami kemunduran, ISIS masih mempertahankan sel-sel tidurnya dan kelompok simpatisannya di luar negeri.  Berdasarkan laporan Kementerian Pertahanan AS pada awal Agustus ini, ISIS kembali bangkit ketika tentara AS dan koalisinya mulai menarik diri keluar Suriah.

(Gambar: AFP)

Penulis :Nafisa
Sumber  :CNN


Tinggalkan Balasan