Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Berkah LSN, Banyak Anak Muda Kepingin Mondok

Berkah LSN, Banyak Anak Muda Kepingin Mondok



Berita Baru, Jakarta – Liga Santri Nusantara (LSN) merupakan perhelatan ke 4 yang diselenggrakan oleh Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI-NU), awalnya LSN diselenggrakan langsung Kementerian Pemuda Dan Olahraga (Kemenpora) RI.

Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI-NU) merupakan asosiasi pondok pesantren se-Indonesia dibawah naungan Nahdlatul Ulama

Muhammad Alfuni’am selaku Direktur Eksekutif LSN menjelaskan Pada awalnya banyak yang mengkritik saat RMI-NU menggelar LSN, mereka beranggapan RMI-NU yang harusnya mengurus pendidikan di pesantren malah mengurusi sepakbola.

“Awalnya banyak yang mengkritik saat Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI-NU) menjadi penyelenggara LSN, bukannya ngurus pendidikan pesantren malah ngurusi sepakbola”, Ujar pria yang akrab disapa Kang Ni’am.

Menurutnya, sejak awal kita menangkap, melalui LSN adalah cara kita kampanyekan gerakan ayok mondok disaat kebanyakan anak-anak muda lebih memilih sekolah di sekolah-sekolah non pesantren.

“Dari dulu kita melihat bahwa ini bisa menjadi sarana untuk mengkampanyekan pesantren dimasyarakat dan menarik minat anak muda untuk nyantri,” imbuh Kang Ni’am.

Dia bercerita kabar dari Kyia-Kyai, soal berkah LSN, khususnya di luar jawa banyak anak muda tertarik untuk belajar di pesantren.

“Saya mendapat kabar, khusunya diluar Jawa, banyak anak muda menjadi lebih berminat untuk mondok di pesantren, ini menurut Kyai-Kyai,” tutur Kang Ni’am.

Meningkatnya minat anak muda untuk mondok karena kebanggan saat tim pondok pesantren dari daerahnya bisa lolos ke level nasional, bahkan ada juga cerita ada anak keluar SSB karena ingin mondok dan ikut LSN.

“Mereka bangga saat tim pondok pesantren dari daerahnya bisa lolos ke level nasional, ini yang membuat anak muda berminat ke pesantren. Ada juga cerita ada anak keluar SSB karena ingin mondok dan ikut LSN,” tutup Kang Ni’am.