Berikut Profil 10 Anggota DPR RI Termuda, Semuanya Anak Pejabat

Revisi UU PPP DPR RI

Berita Baru, Jakarta – Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan 575 orang menjadi anggota DPR RI periode 2019-2024, pada Sabtu (31/8/2019). Dari 575 orang tersebut terdapat anggota yang berusia paling muda, hingga yang paling tua.

Anggota DPR RI terpilih termuda berusia 23 tahun, sementara yang tertua berusia 80 tahun. Berdasarkan penetapan KPU, ada lebih dari 20 anggota terpilih yang usianya di bawah 30 tahun.

Rinciannya, dua anggota terpilih berusaia 29 tahun, tiga anggota terpilih berusia 28 tahun, enam anggota terpilih berusia 27 tahun, dan tiga anggota terpilih berusia 26 tahun. Selain itu, ada dua anggota terpilih yang berusia 25 tahun, anggota terpilih berusia 24 tahun, dan tiga anggota terpilih berusia 23 tahun.

Mereka tersebar di berbagai daerah pemilihan (dapil) dan parpol. Antara lain terdiri dari Gerindra, Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN), hingga Partai Demokrat.

Walaupun masih baru, mereka sebenarnya adalah pribadi-pribadi yang dekat dengan politik. setidaknya, dari latar belakang keluarga politisi dan pejabat pemerintahan. Dan berikut ini sepuluh anggota DPR RI termuda yang ditetapkan oleh KPU:

1. Muhammad Rahul, 23 tahun

Muhammad Rahul saat ini baru berusia 23 tahun. Di usianya yang masih sangat muda, ia berhasil mengantongi 58.565 suara melalui daerah pemilihan Riau I, meliputi Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Kepulauan Meranti, Kabupaten Rokan Hilir, Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Siak, Kota Dumai, dan Kota Pekanbaru

Berita Terkait :  DPR Berkomitmen Sukseskan PON Papua 2020

Politisi muda partai Gerindra ini memang berasal dari keluarga politisi. Ayahnya adalah anggota Komisi VII DPR RI, Muhammad Natsir. Sementara itu, paman Muhammad Rahul, M Nazaruddin tidak lain merupakan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat yang kini masih menjalani hukuman sebagai terpidana kasus korupsi.

2. Puteri Komarudin, 26 tahun

Lahir di Bandung, 23 Agustus 1993, Puteri Komarudin saat ini baru berusia 26 tahun. Masih terbilang sangat muda untuk duduk di posisi sebagai anggota DPR RI, jabatan prestisius yang diperebutkan oleh banyak orang.

Seperti namanya, gadis berparas cantik ini adalah anak politisi senior Golkar, Ade Komarudin atau akrab disapa Kang Akom. Puteri Komarudin sendiri mecalonkan diri dari Partai Golkar. Ia maju di daerah Dapil Jabar VI dan berhasil memperoleh 70.164 suara.

3. Farah Puteri Nahlia, 23 tahun

Farah mencalonkan diri melalui Partai Amanat Nasional (PAN) pada Pemilu 2019. Ia maju di daerah pemilihan Jabar XI (Kabupaten Garut dan Tasikmalaya) dan berhasil mengantongi 113.263 suara.

Farah Puteri Nahlia lahir di Semarang, 1 Januari 1996. Ia adalah anak kedua buah perkawinan pasangan H.M. Fadil Imran dan Ina Adiati. Putri seorang jenderal polisi ini adalah caleg terpilih yang diusung PAN.

4. Bramantyo Suwondo, 26 tahun

Bramanto Suwondo, mencalonkan diri melalui partai Demokrat pada Pemilu 2019. Ia maju dari dapil jawa Tengah VI dan berhasil memperoleh 27.934 suara.

Berita Terkait :  RUU Pesantren; Muhammadiyah Minta Penundaan, Darunnajah Dukung Pengesahan

Mas Bram, sapaan Bramotyo Suwondo, merupakan putra mantan Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Gatot M. Suwondo yang juga merupakan ipar dari Susilo Bambang Yudoyono mantan presiden RI ke enam. Artinya, Mas Bram Merupakan sepupu dari Agus Harimurti Yudhoyono dan Ibas Yudhoyono.

5. Dyah Roro Esti, 26 tahun

Dyah Roro Esti, terpilih sebagai anggota legislatif dari Partai Golkar. Perempuan cantik berusia 26 tahun ini berhasil meraih total 48.377 suara. Ayah Esti, Satya Widya Yudha merupakam politikus Partai Golkar yang duduk di DPR periode 2004-2014. Oleh sebab itu tak asing bagi Esti dalam dunia politik.

Dirangkum dari beberapa sumber, pemudi milenial ini selain tertarik isu lingkungan juga mengusung masalah ekonomi dan kewirausahaan sosial. Dimana ia berharap perannya di legislatif dapat berdampak positif bagi generasi muda.

6. Rizki Aulia Rahman Natakusumah, 25 tahun

Rizki Aulia Rahman adalah anak kedua dari Bupati Pandegelang, Irna Narulita. Maju dari Partai Demokrat, Ia ditetapkan lolos sebagai anggota DPR RI dengan perolehan suara 56.123. Selain Rizki, ketiga anak Irna Narulita lain juga nyaleg. Namun yang berhasil lolos hanya dua, Rizki dan Dimyati Natakusumah (PKS).

7. Arkanata Akram, 24 tahun

Arkanata Akram putra bungsu Irianto Lambrie, Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara). Maju dari partai Nasdem di Dapil Kalimantan Utara, ia memperoleh suara 30.315.

Sebagai politisi pendatang baru, Arkanata Arham memang punya modal mentereng. Selain putra pejabat, ia juga merupakan lulusan University of Queensland, Brisbane, Australia, dan Universitas Indonesia (UI). Di kedua kampus ternama itu, ia lulus dengan Coumloude dan menjadi lulusan termuda.

Berita Terkait :  Polisi Tarik Mundur Pasukan Brimob

8. Adrian Jopie Paruntu, 25 tahun

Andrian Jopie Pranutu merupakan putra tunggal dari Bupati Minahasa Selatan dua periode, Christiany Uegenia Paruntu. Berangkat dari dapil yang dipimpin sang Ibu, Sulawesi Utara, Adrian berhasil 70.621 suara, diusung partai Golkar.

9. Hillary Brigitta Lasut, 23 tahun

Hillary menjadi salah satu dari tiga anggota DPR RI termuda yang terpilih untuk periode 2019-2024. Perempuan kelahiran Manado, Sulawesi Utara, 22 Mei 1996 ini terpiliha dari Dapil Sulawesi Utara. Maju dari Partai Nasdem, Hillary memperoleh 70.345 suara.

Dunia politik memang tak asing bagi Hillary. Bagaimana tidak, Ayah dan Ibunya telah lebih dulu berkecimpung di dunia politik. Ayahnya adalah Dr. Elly Engelbert Lasut, Bupati Kepulauan Talaud terpilih periode 2019-2024. Ibunya, Elly Lasut juga pernah menjabat Bupati Kepulauan Talaud selama dua periode, yakni pada 2004-2009 dan 2009-2012.

10. Fachry Pahlevi Konggoasa, 24 tahun

Fachry Pahlevi merupakan Putra Bupati Konawe dua periode, Kery Saiful Konggoasa. Maju dari Partai Amanat Nasional (PAN), ia berhasil meraih suara 101.727, dapil Sulawesi Tenggara.

Ketua KNPI Konawe tersebut mengaku ditawari masuk Komisi IV DPR, membidangi urusan pertanian, pangan, maritim, dan kehutanan. Oleh karenanya ia ingin mendorong terciptanya milenial sebagai ‘petani berdasi’. [Dafit]

Tinggalkan Balasan