Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Beredar Video Aksi Perundungan di Gresik, Diduga Buruh Pabrik Jadi Korban

Beredar Video Aksi Perundungan di Gresik, Diduga Buruh Pabrik Jadi Korban



Berita Baru, Gresik – Video menggambarkan seorang buruh pabrik diduga mengalami perundungan oleh beberapa orang beredar di Kabupaten Gresik. Video berdurasi sekitar 10 detik yang beredar melalui pesan singkat WhatsApp itu sontak viral dan menjadi perbincangan di Gresik sejak Rabu malam (2/3).

Dalam video tersebut, 2 orang terlihat bersuara keras, satu diantaranya berkata “Nek nuntut ngono, carane nek nuntut ngono, ono perusahaan, ono managemen seng apik-apik” demikian suara yang ada di video itu.

Berdasarkan data hasil penelusuran yang didapat, kejadian dalam video tersebut berlokasi di sekitar Jl Veteran Gang I Gresik. Sementara orang dalam video yang mendapatkan pelakuan persekusi adalah Buruh Pabrik berinisial THM. 

Dia adalah Ketua Pimpinan Unit Kerja (PUK) SP LEM SPSI  PT Graha Makmur Cipta Pratama (GMCP), perusahaan yang mengolah daging rajungan untuk diekspor ke Amerika.

Ketua DPC FSP LEM SPSI Kabupaten Gresik, Imam Syaifudin saat dikonfirmasi membenarkan jika orang yang dipersekusi dalam video yang beredar tersebut adalah salah seorang pengurus PUK. 

“Memang benar yang dalam video tersebut adalah ketua PUK SP LEM SPSI  PT Graha Makmur Cipta Pratama, yang malam sebelum kejadian itu, Dia ingin menjaga anggotanya yang baru dimutasi oleh Pimpinan Perusahaan untuk pindah bagian di gudang yang agak jauh dari lokasi pabrik.  Seorang wanita, sendirian bekerja, apalagi rencana sampai malam hari maka bagi teman-teman pengurus PUK PT.GMCP perlu melindungi anggotanya, karena di gudang tersebut tidak pernah ada pekerja perempuan,  tindakan melindungi anggota juga sudah dilaporkan kepada kami di DPC sebelum kejadian” terang Imam, Sabtu (5/3). 

DPC FSP LEM SPSI Kabupaten Gresik juga telah melakukan investigasi terkait Persekusi anggotanya di PT Graha Makmur Cipta Pratama.

“Kita sudah membentuk tim investigasi dan akan kami tindak lanjuti hasil temuan tersebut, beberapa data lapangan sudah kami kantongi,” tegas Imam.

Imam menyesalkan adanya tindakan perundungan oleh pihak-pihak tertentu kepada anggotanya. 

“Kami sangat menyesalkan tindakan premanisme seperti ini, apa pun motifnya sangat kami sesalkan apalagi dilakukan di teras musholla, ada satpam disana dan membiarkan” jelas Imam.

Imam berjanji akan membongkar semua masalah yang terkait dengan perundungan anggotanya.

Sementara awak media menghubungi pihak manajemen  PT Graha Makmur Cipta Pratama, Selvi Anggraini melalui pesan Whatsapp pada Sabtu, (5/3) pukul 10.48 Wib hingga pukul 11.16 Wib belum juga direspon.