Belasan Kapal Tanker Pengangkut Minyak Iran Dibom Israel

(Foto: The Guardian)

Berita Baru, Internasional – Dalam dua tahun terakhir, Israel telah membom belasan kapal yang melakukan perjalanan ke Suriah yang sebagian besar membawa minyak Iran, lapor Wall Street Journal, mengutip pejabat AS dan regional.

Serangan yang disebut oleh laporan tersebut termasuk ranjau air di Laut Merah dan daerah lain di kawasan itu. Merupakan konflik semi-rahasia antara musuh bebuyutan Israel dan Iran.

Israel, seperti dilansir dari The Guardian, Jumat (12/3), telah melakukan ratusan pemboman udara terhadap pasukan Iran dan sekutunya di negara tetangga Suriah. Meski belum menunjukkan apakah pihaknya juga melakukan serangan di laut. Para pejabat tidak mengomentari dugaan aksi militer dan tidak mengkonfirmasi atau menyangkal klaim Wall Street Journal.

Beberapa serangan angkatan laut mencegah upaya Iran untuk memindahkan persenjataan di wilayah tersebut, outlet media AS melaporkan. Pada saat yang sama, kapal pengirim minyak menjadi target serangan karena kekhawatiran bahwa keuntungan minyak bumi digunakan untuk mendanai ekstremisme di Timur Tengah.

Serangan itu tidak menenggelamkan satu kapal tankerpun, tetapi dua kapal setidaknya berhasil dibuat putar balik kembali ke pelabuhan di Iran, tambahnya. Iran tidak segera mengomentari laporan tersebut.

Pengungkapan itu menyusul dua insiden baru-baru ini yang melibatkan kapal tanker yang telah meningkatkan ketegangan antara kedua negara.

Pertama adalah ledakan di kapal milik Israel, Helios Ray, di Teluk Oman bulan lalu. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyalahkan ledakan itu pada Iran, dengan mengatakan: “Iran adalah musuh terbesar Israel. Saya bertekad untuk menghentikannya. Kami melakukannya di seluruh wilayah.” Namun demikian, Iran membantah klaim tersebut.

Baru-baru ini, Israel mengumumkan tumpahan aspal milik kapal tanker pengangkut minyak Iran menuju Suriah yang merusak pantainya. Akibatnya, bayi penyu dan ikan tertutup lumpur hitam, sebagaimana yang ditemukan oleh pengunjung dan kru pembersih pantai.

Menteri perlindungan lingkungan Israel, Gila Gamliel, mengatakan insiden itu disengaja, menyebutnya sebagai bentuk “terorisme lingkungan”. Namun, klaim itu ditolak mentah-mentah oleh pejabat lain, yang mengatakan bahwa itu adalah kebocoran.

Israel sering mengoordinasikan aktivitas militernya dengan AS, atau setidaknya menginformasikan sekutu utamanya. Namun, negara khawatir bahwa pemerintahan baru di Washington akan mengambil pendekatan yang lebih lunak terhadap Iran daripada Donald Trump. Presiden AS, Joe Biden, memiliki rencana untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir AS-Iran yang ditentang oleh Israel karena menganggap Iran sebagai “rezim teroris” yang tidak kooperatif.

Sementara itu, para pejabat di Iran menuduh Israel sebagai “petualang militer” karena pembunuhan terhadap ilmuwan nuklir negaranya tahun lalu. Israel membantahnya dan mengecam dukungan Iran untuk kelompok bersenjata di seluruh wilayah. Militer Israel juga menuduh pasukan Iran menembakkan roket ke pasukannya pada 2018.

Facebook Comments
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini