Begini Alasan Razman Arif Ngotot Wali Kota Depok diperiksa Terkait Dugaan Korupsi Damkar

-

Berita Baru, Depok – Penuhi panggilan Polrestro Depok, Sandi J. Butar Butar datang didampingi kuasa hukumnya, Razman Arif Nasution terkait dugaan kasus korupsi di Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok, Senin (26/04).

“Agenda hari ini memenuhi undangan dari penyidik Polrestro Depok, dimana ternyata polisi sudah melihat bahwa, kasus ini telah mendapatkan perhatian dari masyarakat,” kata Razman Arif Nasution.

Dalam kesempatan tersebut, Razman meminta, Wali Kota Depok Mohammad Idris agar diperiksa aparat penegak hukum terkait dugaan korupsi di ruang lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Depok.

“Intinya, saya katakan bahwa, harus diperiksa Wali Kota (Mohammad Idris, red). Kenapa? karena, penanggung jawab anggaran eksternal maupun internal adalah Wali Kota,” tegasnya.

Razman Arif menjelaskan, Wali Kota Depok seharusnya tidak mengeluarkan pernyataan mengenai, telah dilimpahkannya kasus tersebut kepada Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Kita patut menduga dia (Wali Kota Depok, red) mengetahui, kita tidak menuduh tapi sebagai pejabat publik, dia idealnya bukan ngomong sudah diserahkan ke inspektorat jendral Kementrian Dalam Negeri,” jelasnya.

Menurut Razman, seharusnya Wali Kota Depok meminta agar Kepala DPKP Kota Depok diperiksa aparat penegak hukum mengingat, Mohammad Idris berasal dari partai yang mengeyam slogan anti korupsi.

“Harusnya dia mengatakan, silahkan polisi, jaksa proses Kepala Dinas Damkar dan lain-lain. Karena, kalo inspektorat jenderal itu pengawasan internal, kita tidak menuduh, kita menduga, apalagi Wali Kota itu adalah berasal dari partai politik yang berslogan sangat anti kepada korupsi,” paparnya.

Lebih lanjut, dia menganjurkan, supaya Wali Kota Depok mendatangi Polres maupun Kejari setempat untuk dilakukan pemeriksaan terhadap kepala DPKP Kota Depok, Gandara Budiana.

“Wali Kota (Depok, red), bila perlu datang ke Polres, datang ke Kejaksaan, datang ke KPK, minta supaya diperiksa anak buahnya dan dia sendiri, itu baru gentle bukan dilimpahkan ke inspektorat jendral Kemedagri,” saran Razman.

Untuk diketahui, Sandi J. Butar Butar merupakan salah satu tenaga pekerja honorer di DPKP Kota Depok.

Dia menjadi viral karena, membongkar dugaan korupsi di DPKP Kota Depok terkait pengadaan sepatu PDL dan dana insentif Covid19.

Terkini, Sandi dipanggil penyidik Polrestro Depok untuk dimintai keterangan serta bukti atas aksi yang dilakukannya tersebut.

Facebook Comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU

Facebook Comments