Bangkai Kota yang Dihapus Gerimis

Bangkai Kota
Ilustrasi: lukisan Pablo Picasso.

Anugrah Gio Pratama

Lahir di Lamongan. Sekarang berdomisili di Banjarmasin,
Instagram: @Anugrah_gio_pratama.


Sepotong Kisah Luka

Sebuah taman yang lengang.
Mensen dan Erde duduk di tengahnya.
Di sana, sepasang gagak bertengger
di pucuk pohon yang rapuh.

 “Sepotong kisah luka telah lahir
dari zaman yang murung.” ucap  Mensen.

 “Sudah saatnya beristirahat!
Kaupaham maksudku, bukan?”

Erde menggeleng dan Mensen hanya tersenyum.
Tiba-tiba Mensen beranjak pergi.
Erde masih diam dan tak mencegah kepergian Mensen.
Ia tak pernah mencegah kepergian siapa pun.
Baginya, kepergian adalah jalan abadi,
setiap makhluk berhak menempuh jalan itu.

Sebuah taman yang lengang.
Erde sendiri dan sepasang gagak masih bertengger
di pucuk pohon yang rapuh itu.

Beberapa waktu belakangan,
keramaian selalu gagal memeluk kota.
Orang-orang lebih memilih tinggal di rumah
ketimbang keluar menanggalkan usia.

“Sepotong kisah luka telah lahir
dari zaman yang murung,” Erde mengulangi kalimat
yang diucapkan Mensen.

Tak lama bunyi sirine menggema, gagak berkoak.
Di bangku taman itu, Erde menangis.
Air matanya jatuh seperti gugusan meteor.

Berita Terkait :  Dalam Mimpi dan Nyata | Puisi Wardah Az Zahra

“Aku paham maksudmu! Beristirahatlah!”

2020

Balada Ibu dan Anak dalam Peperangan

Dari atas,
rudal berguguran.

Di puncak gedung,
siluet burung beterbangan;
mengamanatkan bulunya
ke dasar gedung.

Ibu dan anak terkapar
dikepung lapar;
dikepung ketakutan.

Di luar, panas menyala;
dahaga tumbuh
bagai cendawan.

Di perut anak:
maut serupa beruang
yang tertidur.

Jauh di atas sana:
di puncak gedung itu,
burung-burung gagak menjerit.

Ibu dan anak terkapar
dikepung lapar;
dikepung ketakutan.

“Apakah dunia
adalah cinta
yang fana, Bu?”

2020

Bangkai Kota yang Dihapus Gerimis dan Halimun


Gerimis dan halimun
menghapus bangkai kota.

Sejarah adalah mitos yang dikikis zaman.

Tidak ada monumen.
Tidak ada gapura.
Anak-anak berlarian
dan melupakan nyanyian musim.

Sejarah adalah manusia
yang kehilangan nama.

2020



Menjelang Subuh

Dua pokok pinus
dan malam yang luka.

Di luar, bulan pucat.
Angin seperti patung
dan kesepian
seperti api.

Menjelang subuh,
ada yang lenyap
dari gelap.

2020

Fragmen

Para pekerja mengeluh.
Kelaparan memenuhi isi rumah.
Virus seperti lagu muram yang tak berhenti diputar.
Hidup makin sukar dan ajal terus mengintai
dari balik jendela.

Berita Terkait :  Agama Nalar

2020



- Advertisement -

Tinggalkan Balasan