Bandara Internasional Dubai Gunakan Energi Panel Surya

Panel Surya
(airport-technology.com)

Beritabaru.co, Internasional. – Sistem energi matahari yang terdiri dari 15.000 panel fotovoltaik (panel surya) telah dipasang di bandara Internasional Dubai. Dalam sebuah pengumuman awal pekan ini, Dubai Airports mengatakan sistem tersebut akan menghasilkan 7.483.500 kilo watt energi per tahun, membantu mengurangi emisi karbon dioksida hingga 3.243 metrik ton.

Dilansir CNBC, Rabu (17/7), Etihad Energy Services Company, anak perusahaan otoritas listrik dan air Dubai terlibat dalam instalasi proyek tersebut.

Michael Ibbitson, wakil presiden eksekutif untuk infrastruktur dan teknologi bisnis di bandara dubai mengatakan dalam sebuah pernyataan, mengatakan inisiatif tersebut dilakukan untuk membatasi jejak karbonnya, termasuk penggunaan alat kelengkapan hemat energi, optimalisasi sistem pendingin, pemasangan lampu LED hemat energi dan banyak lainnya.

“Selain memungkinkan agar kami dapat membatasi jejak emisi karbon, hal itu kami lakukan  sebagai upaya untuk berhemat dan memotong biaya, inisiatif ini juga mendukung visi jangka panjang kami untuk masa depan yang netral karbon sesuai dengan target industri penerbangan,” katanya.

Berita Terkait :  Kementerian ESDM & IEA Teken Kerja Sama Program Transisi Energi

Di seluruh dunia, sejumlah bandara telah memasang panel surya. Upaya ini sebagai bentuk operasi hijau, mengingat saat ini isu emisi gas rumah kaca dan pemanasan global telah menjadi permasalahan yang mendunia.

Pada bulan April 2019, Departemen Perhubungan Hawai mengumumkan bahwa 2.980 panel fotovoltaik–atau serupa teknologi yang berhubungan dengan panel surya untuk mengubah sinar matahari menjadi listrik–, telah dipasang di lantai lima garasi terminal 2 di bandara internasional Daniel K. Inouye di Honolulu.

Pada bulan Oktober, pebisnis tenaga surya, Solarcentury, mengatakan telah menandatangani kontrak dengan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional untuk memasang sistem tata surya 500 kilowatt di Bandara Internasional Moi, di Mombasa, Kenya.

Penulis : Nafisa Fiana
Sumber : cnbc
- Advertisement -

Tinggalkan Balasan