Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Baku Tembak Korut-Korsel di Perbatasan DMZ

Baku Tembak Korut-Korsel di Perbatasan DMZ

Berita Baru, Internasional – Anggota militer Korea Utara (Korut) dan Korea Selatan (Korsel) terlibat baku tembak di zona demiliterisasi (DMZ) perbatasan kedua negara tersebut pada Minggu (03/5).

Dilansir dari CNN, baku tembak diawali ketika tentara Korea Selatan yang bertugas di pusat kota Cheorwon di DMZ mendengar serangkaian tembakan sekitar pukul 07.41 waktu setempat.

Kantor Kepala Staf Gabungan Militer Korea Selatan (JCS) mengatakan para personel militer Korut menemukan empat bekas tembakan peluru di dinding pos jaga.

Kemudian, JCS memaparkan personel militernya menembakkan 20 tembakan sebagai respons, masing-masing 10 tembakan dalam satu putaran.

Menurut JCS tindakan tersebut sudah sesuai dengan manual respons mereka.

“Kami juga mengirim pemberitahuan kepada Korea Utara melalui jalur komunikasi inter-Korea sekitar pukul 09.35 dan meminta penjelasan,” ujarnya.

Dalam insiden tersebut, tidak ada korban meninggal maupun kerusakan yang serius.

Hingga berita ini ditulis, belum jelas apakah insiden itu akan berdampak bagi militer Korea Utara di wilayah DMZ.

Dalam laporannya, Militer Korea Selatan tengah menyelidiki insiden tersebut berdasarkan barang bukti peluru di lokasi kejadian, Korsel juga sedang menganalisis motif penembakan itu.

Menurut investigasi awal JCS, tanpaknya insiden itu bukan sebuah provokasi yang disengaja.

“Suasana ketika insiden terjadi sangat berkabut dan tentara Korea Utara biasanya bergantian giliran jaga di rentang waktu tersebut,” ucap seorang pejabat JCS.

Baku Tembak Korut-Korsel di Perbatasan DMZ

Melanggar Perjanjian

Korea Selatan menegaskan bahwa peristiwa penembakan itu telah melanggar perjanjian militer kedua negara yang di sepakati Presiden Moon Jae-in dan Pemimpin Korut Kim Jong-un pada September 2018.

Dalam perjanjian itu, kedua Korea menyepakati zona bebas bentrokan militer dan juta menghentikan seluruh tindakan bermusuhan demi mengurangi ketegangan dan memulihkan kepercayaan antara kedua negara.

Sampai saat ini, belum terdapat tanggapan resmi dari pihak Korea Utara.

Insiden penembakan ini merupakan yang pertama kalinya terjadi sejak Korea Selatan dan Korea Utara sejak deklarasi Panmunjom pada April 2018 lalu.

Deklarasi itu diteken langsung oleh Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dan Kim Jong-un.

Baku tembak ini terjadi sehari setelah Kim Jong-un muncul kembali ke publik setelah sempat menghilang hampir tiga minggu.