Bahas KEK JIIPE, Bupati Gresik Gus Yani Temui Menko Airlangga

    Berita Baru, Gresik – Bupati Gresik Fandi Ahmad Yani (Gus Yani) menemui Menko Perekonomian Airlangga Hartanto, pertemuan itu seiring dengan ditetapkannya Java Integrated Industrial dan Port Estate (JIIPE) sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

    Langkah cepat ini diambil Gus Yani agar JIIP bisa memaksimalkan penyerapan tenaga kerja lokal serta pemulihan ekonomi saat pandemi Covid-19. Apalagi, pemerintah daerah telah diberi pekerjaan rumah oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

    Seperti diketahui, JIIPE yang berlokasi di Kecamatan Manyar Gresik itu berdiri di lahan seluas 3000 hektar, terdiri atas kawasan industri, pelabuhan umum multifungsi, dan hunian kota mandiri. Kawasan yang dikembangkan PT Pelindo III bersamaPT AKR Corporindo Tbk tersebut memiliki pelabuhan laut terdalam di Jatim dengan kedalaman -16 LWS. 

    “Alhamdulillah, Jumat sore kemarin saya diterima Bapak Airlangga Hartanto. Tujuan saya cuma satu, ingin ekonomi rakyat Gresik segera pulih, salah satunya dengan akselerasi dan optimalisasi JIIPE. Golnya segera buka lapangan kerja seluas mungkin untuk warga,” ujar Gus Yani pada Sabtu (13/3).

    Saat ini, kata Gus Yani mengungkapkan, berbagai tantangan muncul di tengah pandemi Covid-19, khususnya sektor ekonomi seperti kemiskinan dan pengangguran. Di tahun 2020, angka kemiskinan terbuka (TPT) di Gresik meningkat mencapai 8,21 persen. Angka itu jauh di atas rata-rata TPT Jatim sebesar 5,8 persen.

    Disisi lain, angka kemiskinan pada 2020 di Gresik mencapai 12,40 persen, jumlah itupun di atas rata-rata Jatim sebesar 11,09 persen.

    “Ketika industri terdampak pandemi baik secara pasar maupun operasional, pasti ada layoff. Maka saya ikhtiar cepat cari solusi untuk pulihkan ekonomi warga, untuk itu langkah terpadu kita percepat, termasuk KEK JIIPE ini yang ujungnya harus bisa menurunkan kemiskinan,” tegas Gus Yani.

    Dengan akselerasi dan optimalisasi KEK JIIPE, Gus Yani menginginkan banyak lapangan kerja baru tercipta. Berdasarkan kajian, saat beroperasi penuh, serapan tenaga kerja di KEK JIIPE mencapai hampir 200.000 orang.

    “Saya minta warga Gresik dilibatkan. Jangan khawatir, SDM Gresik berkualitas. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) kami termasuk tertinggi di Jatim. Saya juga akan menggeber program sertifikasi keahlian gratis untuk anak-anak muda Gresik, sehingga bisa terserap ke kebutuhan industri,” ungkapnya.

    Tak hanya hanya itu, Gus Yani juga menekankan pentingnya tautan dengan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Ia ingin UMKM dan IKM Gresik masuk dalam rantai pasok industri. Dengan itu, dirinya optimistis KEK JIIPE bisa menjadi salah satu instrumen pemulihan ekonomi Gresik.

    “Baik mendukung dari sisi operasional utama pabrik maupun penunjangnya. Konsep ini akan memperluas nilai tambah KEK JIIPE sehingga manfaatnya untuk rakyat juga kian besar. Pak Airlangga Hartarto ingin konsep kerakyatan perpaduan investasi besar dan UMKM-IKM ini dikembangkan. Growth kita tahun 2019 hanya 4,3 persen. Kena pandemi tambah menurun. Pemulihan ekonomi harus cepat dan tepat kita lakukan,” pungkas Bupati Gresik usai menemui Menko Perekonomian RI.

    Facebook Comments
    - Advertisement -

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini