Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Bagus Kahfi
Bagus Kahfi saat bermain bersama FC Utrecht (foto: Twitter @FCUtrecht)

Bagus Kahfi dan Brylian Aldama Kritik Naturalisasi Timnas Indonesia



Berita Baru, Sepak Bola – Gencarnya naturalisasi yang dilakukan PSSI kepada pemain keturunan Indonesia yang berlabuh di Eropa, mendatangkan kritikan dari Bagus Kahfi dan Brylian Aldama.

Bagi Bagus Kahfi, adanya naturalisasi memang membantu kinerja Timnas, tetapi di sisi lain juga menutup pintu bagi pemain potensial asli Indonesia.

“Kita kan punya 200 juta lebih penduduk Indonesia, sebesar itu, masa kita nggak bisa menemukan 23 pemain yang bisa membawa Indonesia lebih jauh lagi,” ucap Bagus Kahfi yang dikutip Beritabaru.co dari laman resminya.

“Saya nggak ada masalah sama (pemain keturunan), tapi masa dari 200 juta lebih penduduk Indonesia, tidak bisa ke Timnas, kan pemain kita banyak banget,” ujarnya.

Menurut pemain yang saat ini berlabuh di FC Utrecht ini, bahwa kualitas pemain asli Indonesia juga tak kalah saing dengan pemain keturunan. Mereka harusnya diberi peluang untuk membela Timnas sembari mencari pengalaman yang lebih.

“Kita sebagai pemain juga percaya bahwa kita mampu untuk itu semua. Masa nggak ada (yang lolos kualifikasi), sampai harus naturalisasi pemain? Negara kita besar, pemain kita kan banyak, masa enggak percaya sama pemain-pemain Indonesia asli tanpa keturunan,” imbuhnya.

Walaupun begitu, Bagus Kahfi mengaku tak berniat mengecilkan peran pemain naturalisasi yang dalam beberapa laga sudah membuktikan kualitasnya.

Sementara itu, menurut Brylian Aldama yang kini bergabung dengan klub NK Pomorac, Liga Kroasia, bahwa pemain naturalisasi tentu dapat menghadirkan ritme baru bagi Timnas Indonesia, namun tidak semua pemain keturunan harus dinaturalisasi.

“Penting sih penting, tapi kan nggak harus semua yang punya darah keturunan, semua dinaturalisasi,” ungkap Brylian Aldama.

“Penting (pengalaman pemain keturunan), dengan catatan beberapa doang ya,” imbuh Brylian Aldama.