Bagikan Nomor Telepon dan Email ke Pemasar, Twitter Minta Maaf

(Foto : Techcrunch)

Berita Baru, Internasional – Dalam sebuat pernyataan yang dipublikasikan di situs webnya, Selasa (8/10), Twitter menyatakan permintaan maaf. Pernyataan itu menyusul di publikasikannya nomor telepon dan email pengguna kepada pengiklan yang menggunakan data untuk menargetkan kampanye pemasaran.

“Kami baru-baru ini menemukan bahwa ketika Anda memberikan alamat email atau nomor telepon untuk tujuan keselamatan atau keamanan (misalnya, otentikasi dua faktor), data ini mungkin secara tidak sengaja digunakan untuk tujuan periklanan, khususnya dalam sistem periklanan kami dan Mitra Audiens,” kata perusahaan.

Dilansir dari Sputnik News, Rabu (9/10) laporan tersebut menyebut pengiklan dapat mencocokkan nomor telepon dengan toko tempat pengguna berbelanja baru-baru ini dan beriklan ke pengguna itu langsung di Twitter.

“Ketika seorang pengiklan mengunggah daftar pemasaran mereka, kami mungkin telah mencocokkan orang-orang di Twitter dengan daftar mereka berdasarkan email atau nomor telepon yang disediakan oleh pemegang akun Twitter untuk tujuan keselamatan dan keamanan, ini adalah kesalahan dan kami meminta maaf.” kata Twitter dalam pernyataannya.

Ini bukan pertama kalinya raksasa media sosial melakukan kesalahan yang serupa. Pada bulan Maret, Facebook mengaku melakukan hal yang sama persis, secara tidak sengaja menghubungkan nomor telepon yang dibagikan untuk tujuan keamanan dengan iklan yang ditargetkan.

Menurut penelitian Universitas Northeastern yang dilakukan tahun lalu, pengguna yang memberikan nomor telepon untuk tujuan keamanan mulai menerima iklan yang ditargetkan dalam rentang beberapa minggu.

Berita Terkait :  Posting Soal Papua di Twitter, Dandhy Dijemput Polisi

Identifikasi dua faktor yang disebut menggunakan akun seluler pengguna sebagai tingkat keamanan tambahan, mengharuskan pengguna untuk memasukkan kode dari SMS selain (atau kadang-kadang alih-alih) nama pengguna dan kata sandi biasa. Ini secara luas dianggap sebagai langkah efektif terhadap pencurian kredensial.

Sumber : Sputnik News

Tinggalkan Balasan