AWPF Susun Konsep Perlindungan Perempuan Pembela HAM

    AWPF
    AWPF beswafoto seusai pelaksanaan workshp, (Foto: Satria/Beritabaru.co).

    Berita Baru, Banda Aceh – Aceh Womans for Peace Foundation (AWPF) menggelar Workshop “Penyusunan Konsep Perlindungan Perempuan Pembela Hak Asasi Manusia” di Grand Arabia Lantai VII Banda Aceh, Kamis, (19/12).

    Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari perencanaan AWPF sejak lama.

    “Kami meminta masukan dan melakukan penyusunan bersama, konsep perlindungan perempuan yang kongkrit dan matang,” kata Direktur AWPF, Irma Sari, S.Hi. kepada Beritabaru.co.

    Dala pidato sambutannya, Irma juga menyampaikan AWPF harus lebih berkontribusi terhadap kemajuan perempuan di masa depan.

    Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penyusunan konsep Perempuan Pembela HAM, kata Irma, untuk mendorong dan menolong saudara dan kaumnya. Walaupun banyak diantara penggerak gerakan perjuangan pembela HAM harus mneyerah oleh situasi.

    “Perempuan sebagai pejuang hak kemanusiaan (HAM) sering berhadapan dengan tekanan baik fisik maupun stigma yang sering kali melemahkan semangat dan motivasi perempuan itu sendiri. Tidak jarang penolakan datang dari orang-orang terdekat, seperti keluarga, mitra dan pihak-pihak yang tidak paham dengan apa yang di perjuangkannya,” Jelasnya.

    Oleh karena itu, untuk menggerakkan roda perjuangan tersebut, kata Irma, dibutuhkan lebih banyak sumberdaya. Maka diperlukan pengembangan pemahaman dan peningkatan kapasitas dan komunitas.

    “Mengenali potensi dan pembelajaran, baik untuk Perempuan Pembela HAM dalam menyikapi dan mengatasi tekanan dan tantangan dalam perjuangan membela HAM,” Jelas Irma.

    “Disamping itu kita juga bisa mengenali nilai-nilai Agama, Adat dan Budaya sebagai modal dukungan bagi Perempuan Pembela HAM serta merumuskan strategi kerjasama antar jaringan masyarakat sipil di Aceh. Juga membentuk kesadaran dan dukungan publik terhadap Perempuan Pembela HAM di daerah,” tutup Irma.

    Selain peserta dari anggota AWPF, kegiatan ini juga menghadirkan 20 orang perwakilan lembaga (Mahasiswa, Tokoh Adat, LSM, Tokoh Gampong, Perempuan Penggerak Pembela HAM) dan juga di pandu oleh fasilitasi oleh Aktivis Senior Faisal Hadi. (Alja/satria)

    Facebook Comments
    - Advertisement -

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini