Austria Usir Diplomat Rusia atas Tuduhan Spionase

-

Berita Baru, Internasional – Pada hari Senin (24/8), Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan Rusia akan menanggapi pengusiran diplomat Rusia oleh Austria.

Sebelumnya, negara tetangga Jerman itu mendeklarasikan ‘persona non grata’ atau ‘pengusiran’ diplomat Rusia atas kecurigaan spionase.

“Ini [pertanyaan] untuk Kementerian Luar Negeri. Biasanya Kementerian Luar Negeri yang menangani tanggapan tersebut. Anda tahu bahwa duta besar kami telah menyebutkan prinsip lama dari tanggapan sejenis, dengan satu atau lain cara, akan ada tanggapan,” kata Peskov kepada wartawan, diansir dari Sputnik.

Kedutaan Besar Rusia di Austria mengatakan bahwa mereka marah dengan keputusan tidak berdasar Wina untuk mengusir diplomat Rusia atas dugaan spionase.

Berita Terkait :  Tegakkan Aturan Karantina, Israel Berlakukan Hukuman 7 Tahun Penjara

“Kami marah dengan keputusan tak berdasar dari pemerintah Austria, yang merusak hubungan Rusia-Austria yang konstruktif. Kami yakin bahwa tanggapan Moskow akan segera datang,” ujar pernyataan dari kedutaan.

Berita Terkait :  Perusahan Telokomunikasi Brasil Tolak Bahas Peluncuran 5G dengan Pejabat AS

Pada gilirannya, Kementerian Luar Negeri Austria mengkonfirmasi pengusiran diplomat Rusia tersebut.

“Kami dapat memastikan bahwa diplomat Rusia akan diusir. Perilakunya bertentangan dengan konvensi Wina tentang hubungan diplomatik,” kata Kemenlu Austria itu dan menolak berkomentar mengenai rincian lainnya.

Surat kabar Austria Krone Zeitung melaporkan pada hari Minggu bahwa diplomat Rusia hanya memiliki waktu hingga 1 September untuk meninggalkan Austria dan diusir karena kecurigaan spionase.

Selain itu, Krone Zeitung juga menyatakan bahwa diplomat Rusia terlibat dalam spionase industri dengan bantuan seorang warga negara Austria.

Berita Terkait :  Anarkisme Krampus dan Euforia Natal di Australia

“Diplomat Rusia telah melakukan spionase ekonomi di sebuah perusahaan teknologi kelas atas selama bertahun-tahun dengan dukungan dari seorang warga Austria,” lapor tabloid Kronen Zeitung, tanpa mengutip sumber, dilansir dari AFP.

Austria telah membanggakan hubungan dekat dengan Rusia dalam beberapa tahun terakhir.

Berita Terkait :  Laporan Senat AS: China Ingin Kontrol Informasi Global dan ‘Otoritarianisme Digital’

Pada tahun 2018, Austria mengatakan tidak akan mengikuti langkah dari negara UE lainnya yang mengusir diplomat Rusia atas peracunan mantan mata-mata Rusia Sergei Skripal di Inggris, dengan menekankan netralitasnya.

Selain itu, menurut The Locale, mantan menteri luar negeri Austria Karin Kneissl mengundang Presiden Rusia Vladmir Putin ke pernikahannya akhir tahun 2018.

Baik Presiden Putin maupun Karin Kneissl bersikeras bahwa undangan pernikahan itu adalah masalah pribadi. Namun foto-foto Kneissl membungkuk kepada Presiden Putin setelah mereka menari yang beredar luas hingga menimbulkan pertanyaan tentang netralitas Austria.

Berita Terkait :  Virus Baru dari China jadi Kekhawatiran Dunia

Pada bulan Juni 2020, seorang pensiunan kolonel tentara Austria dipenjara selama tiga tahun karena menjadi mata-mata Rusia.

Menurut keputusan pengadilan Salzburg, koloner tentara yang berusia 71 tahun itu telah ‘mengkhianati rahasia negara dengan mengorbankan Austria untuk dinas rahasia luar negeri.’

Ia juga disebutkan telah ‘sengaja mengungkapkan rahasia militer’ Austria kepada pihak luar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU