Berita

 Network

 Partner

Austria akan Memberlakukan Lockdown Skala Nasional Mulai Senin
(Foto: BBC)

Austria akan Memberlakukan Lockdown Skala Nasional Mulai Senin

Berita Baru, Internasional – Austria mengumumkan penerapan lockdown penuh skala nasional mulai Senin, setelah sebelumnya hanya memberlakukan penguncian pada yang tidak divaksinasi.

Kanselir Alexander Schallenberg mengatakan kebijakan itu akan berlangsung maksimal 20 hari dan akan ada persyaratan hukum untuk mendapatkan vaksinasi mulai 1 Februari 2022.

Seperti dilansir dari BBC, Schallenberg menjelaskan bahwa tindakan itu diambil sebagai tanggapan atas rekor jumlah kasus dan salah satu tingkat vaksinasi terendah di Eropa Barat.

Banyak negara Eropa lainnya memberlakukan pembatasan saat kasus meningkat.

“Kami tidak menginginkan gelombang kelima,” kata Schallenberg setelah bertemu dengan gubernur dari sembilan provinsi Austria di sebuah resor di barat negara itu.

Berita Terkait :  COVID-19 Varian Delta Mengganas, Sydney Lockdown Dua Minggu

Untuk waktu yang lama, ada konsensus untuk menghindari vaksinasi wajib, kata kanselir.

Namun, terlalu banyak orang yang dihasut untuk tidak mendapatkan suntikan, karena “terlalu banyak kekuatan politik, lawan vaksinasi yang lemah, dan berita palsu”, tambahnya.

“Meningkatkan tingkat vaksinasi secara berkelanjutan adalah satu-satunya cara untuk keluar dari lingkaran setan ini… Terlalu banyak orang yang berperilaku kurang solidaritas,” kata Alexander Schallenberg.

Angka terbaru menunjukkan tingkat infeksi mencapai 990,7 kasus per 100.000 orang dalam seminggu terakhir. Sementara Menteri Kesehatan Wolfgang Mückstein mengatakan memberlakukan penguncian adalah “upaya terakhir”. Dalam 24 jam terakhir, rekor 15.809 kasus dalam populasi di bawah 9 juta jiwa telah dilaporkan.

Di bawah langkah-langkah tersebut, warga Austria akan diminta untuk bekerja dari rumah, toko-toko yang tidak penting akan ditutup, dan sekolah akan tetap buka untuk anak-anak yang membutuhkan pembelajaran tatap muka. Kebijakan itu akan berlanjut hingga 12 Desember, tetapi akan dinilai kembali setelah 10 hari.

Berita Terkait :  Sri Mulyani Ingatkan Risiko Gelombang Baru Pandemi Covid-19