Asosiasi Pesantren: Zara Zettira Harus Minta Maaf

Zara Zettira
Muhammad Alfuniam (dokumentasi pribadi)

Beritabaru.co, Jakarta. – Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU), organisasi asosiasi pesantren seluruh Indonesia, menanggapi kontroversi komentar Zara Zettira yang dinilai melecehkan tradisi pesantren. Menurut Wakil Ketua RMI NU, Muhammad Alfuniam, komentar semacam itu tidak sepantasnya dikeluarkan, karena merendahkan pesantren.

“Pesantren tidak ada kaitannya dengan kementerian secara langsung. Apalagi  komentar soal tradisi pesantren ditautkan dengan  berita korupsi Kementrian Agama. Ini jelas tidak patut, karena menggiring opini (negatif) publik tentang tradisi pesantren; pesantren memiliki tradisi korupsi. Itu fitnah dan tidak berdasar,” tutur Alfuniam kepada beritabaru.co, Sabtu (06/07/2019).

Menurut Alfuniam, pesantren memiliki peran besar terhadap bangsa Indonesia. Pesantren ikut serta dalam perjuangan kemerdekaan, menumbahkan nasionalisme dan ikut serta mendorong terwujudnya cita-cita kebangsaan.

“Pesantren merupakn lembaga nirlaba yang mendidik dan memandu umat secara moral dan spiritual dalam konteks kebangsaan. Jadi, sangat tidak layak dan tidak sepantasnya statemen Zara tersebut. Pernyataan itu sangat menyakitkan para santri dan kiai, apalagi disampaikan di ruang publik, media sosial. Maka sudah seharusnya dia mencabut kata-kata dan tuduhan itu serta meminta maaf secara terbuka,” Alfuniam, menyayangkan pernyataan Zara.

Berita Terkait :  LSN 2019 Resmi Dibuka, 28 Region Siap Melaksanakan Kompetisi Daerah

Respon RMI NU tersebut menyusul polemik ciutan Zara Zettira di akun twitter @zarazettirazr yang dianggap menghina pesantren. Dalam ciutan yang sempat menjadi tranding twitter Juma’at (05/07/2019) itu, Zara menuding korupsi sebagai tradisi pesantren.

“Tradisi Pesantren jangan dibawa ke Kementrian , camkan!” tulis Zara disertai tautan berita korupsi Kemenag di detik.com.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada tanggapan dari Zara Zettira. Mantan model itu, masih belum bisa dihubungi.

Banyak pihak menyayangkan sikap Zara, terutama RMI NU. Melalui Alfuniam, RMI NU menuntut Zara Zettira segera memberi klarifikasi dan meminta maaf kepada publik, utamanya kepada para santri dan kiai.

- Advertisement -

2 KOMENTAR

Tinggalkan Balasan