Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Ayam

Asal Muasal Ayam Cemani

Berita Baru, Jakarta – Salah satu jenis ayam di Indonesia yang berhasil mencuri perhatian publik internasional adalah Ayam Cemani.

Penampakannya yang hitam penuh, mulai dari kaki hingga jengger, termasuk paruh dan daging yang kehitaman, merupakan alasan utama mengapa Ayam Cemani mendapatkan keistimewaan tersebut.

Ada dua (2) pandangan yang berkembang di masyarakat tentang keunikan Ayam Cemani. Kelompok pertama melihat, warna hitam Ayam Cemani yang konsisten itu sebagai suatu keindahan. Akibatnya mereka mengelompokkan Ayam Cemani sebagai Ayam Hias.

Menurut Bangkit, salah satu peternak Ayam Cemani di Kedu Temanggung, alasan kenapa masyarakat internasional tertarik pada Ayam Cemani adalah karena keindahan warnanya.

Warna hitam yang menyelubungi sekujur bagian tubuh Ayam Cemani menjadikannya sebagai Ayam Hias yang sebab ini banyak permintaan ekspor muncul.

Di Kedu sendiri, sebagai wilayah asal lahirnya Ayam Cemani, terakhir telah melakukan ekspor Ayam Cemani ke Pakistan, Thailand, dan Amerika.

“Jadi Ayam Cemani sudah dikenal di seluruh dunia, kemarin saja ini kami ekspor ke Pakistan, Thailand, dan Amerika, bahkan ada orang Amerika rela datang ke Kedu untuk melakukan pembibitan Ayam Cemani agar bisa diternak di sana,” papar Bangkit pada Beritabaru.co, Selasa (29/3).

Kelompok kedua selanjutnya melihat Ayam Cemani sebagai Ayam pembawa berkah.

Maksud pembawa rezeki di sini merujuk pada kepercayaan masyarakat, khususnya warga Kedu, Temanggung, Jawa Tengah.

Seperti disampaikan oleh Rasya, peternak sekaligus penjual Ayam Cemani di Kedu, pihaknya percaya bahwa Ayam Cemani adalah pemicu lancarnya rezeki masyarakat Kedu.

“Ayam Kedu ini membawa berkah ya. Perputaran roda ekonomi masyarakat Kedu kan bergantung pada Ayam. Hampir semua dari kami itu peternak,” ungkapnya dalam video yang diunggah di kanal Youtube Solidaritas Ternak, Senin (28/3).

Tidak saja itu, di daerah Tuban, Lamongan, Jombang, sebagian masyarakat juga memercayai bahwa Ayam Cemani memiliki mitos tersendiri.

Mitos tersebut berhubungan dengan Gunung Pegat yang menghubungkan antara Lamongan dan Jombang.

Dipercaya, ketika ada sejoli yang akan menikah dilarang lewat Gunung Pegat selama tidak menyiapkan Ayam Cemani.

Dengan ungkapan lain, Ayam Cemani di sini dianggap sebagai sajen bagi penunggu Gunung Pegat di Lamongan yang ketika itu tidak diberikan, maka masyarakat percaya bahwa akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan pada sejoli di muka.

Hal ini dibenarkan oleh Habib Isma, salah satu warga Ngimbang Lamongan. Menurutnya, lebih baik siapa pun yang akan menikah untuk tidak lewat Gunung Pegat.

“Mending berputar lewat Lamongan Kota atau Nganjuk. Untuk cari aman saja,” ungkapnya pada Beritabaru.co.

Riwayat Ayam Cemani

Di luar pembedaan antara Ayam Hias dan Ayam Pembawa Berkah, penting dicatat di sini bahwa Ayam Cemani merupakan hasil pengembangan dari Ayam Kedu.

Kedu adalah suatu desa dan kecamatan di Temanggung, Jawa Tengah. Desa Kedu sejak dulu dikenal dengan desa peternakan ayam.

Ayam yang dihasilkan di Kedu, seperti dijelaskan Bangkit, memiliki kualitas telur dan daging unggulan. Banyak peternak di luar Kedu sengaja datang untuk melakukan perkawinan silang antar-ayam dengan tujuan untuk mengembangkan produk ayam kampung unggul.

Pada mulanya, ada tiga (3) jenis ayam yang dikembangkan di Kedu, yakni Ayam Kedu Merah, Ayam Kedu Putih, dan Ayam Kedu Hitam.

Dalam perkembangannya, budi daya Ayam Kedu Hitam melahirkan Ayam Cemani. “Jadi, Ayam Cemani itu hasil pengembangan kami dari Ayam Kedu Hitam,” ungkap Bangkit.

Ciri-ciri Ayam Cemani adalah semuanya serba hitam, dari kaki hingga jengger, bahkan dagingnya pun kehitaman.