Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Berita Baru, Penelitian COVID-19
(Foto: Istimewa)

AS Menuding China Berupaya Mencuri Penelitian COVID-19

Berita Baru, Internasional — Amerika Serikat (AS) menuding China berupaya mencuri penelitian COVID-19  yang dilakukan AS. Hal itu terkait adanya aktor siber dan kolektor non-tradisional China yang sedang upaya pencurian kekayaan intelektual dan data AS peneletian Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

“Yang dilakukan RRC di dunia maya merupakan perpanjangan dari tindakan kontra-produktifnya sepanjang pandemi COVID-19,” terang Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo pada sebuah pernyataan yang mengecam upaya pencurian data.

“Sementara Amerika Serikat, sekutu dan mitra kami mengoordinasikan respons kolektif dan transparan untuk menyelamatkan nyawa, RRC terus membungkam ilmuwan, jurnalis, dan warga negara, dan menyebarkan disinformasi, yang memperburuk bahaya krisis kesehatan ini,” tambahnya, sebagaimana dikutip diterangkan Reuters, Jumat (15/5).

Keterangan yang diberikan Pompeo itu diungkapkan sehari pasca Biro Investigasi Federal (FBI) dan Departemen Keamanan Dalam Negeri AS menyatakan bersama dalam upaya peningkatan kesadaran pada apa yang mereka sebut sebagai ancaman dalam penelitiannya terkait COVID-19 dari aktor yang memiliki keterkaitan dengan China.

Bahkan dilaporkan, saat ini FBI tengah melakukan penyelidikan dengan melakukan pembobolan digital di organisasi AS oleh “aktor siber” yang terkait dengan China.

Aktor tersebut diterangkan berupaya mengidentifikasi secara ilegal untuk meraup kekayaan intelektual (IP) dan data kesehatan masyarakat baik soal vaksin, perawatan, dan pengujian dari jaringan dan personel yang berafiliasi dengan penelitian Covid-19 di AS.

Sayangnya, dengan pernyataan itu FBI-Departemen Keamanan Dalam Negeri AS tidak memberikan rincian yang detail mengenai identitas target atau peretasnya.

Sedangkan Kedutaan Besar China di Washington membantah, bahkan mengutuk tuduhan dengan menyebutnya sebagai sebuah “kebohongan.”

Di samping itu, Pompeo sendiri sudah mengkritik China dengan mengatakan bahwa China menutupi masa-masa awal pandemi dan tidak mau (menolak) berbagi informasi, mengingat hubungan antara Washington dan Beijing saat sedang di titik yang tidak baik.