Artis Film Dewasa Kritik Keputusan Visa dan MasterCard atas Pemutusan Kerja Sama dengan Pornhub

Visa dan MasterCard

Berita Baru, Hiburan Dewasa – Perusahaan kartu pembayaran, Visa dan MasterCard, baru-baru ini dikabarkan menangguhkan kerja sama dengan situs hiburan dewasa, PornHub. Keputusan tersebut menyusul publikasi artikel di The New York Times yang menuduh situs tersebut “dipenuhi” pornografi anak dan konten ilegal lainnya.

Tidak terima, para pekerja seks pun mengkritik keputusan Visa dan MasterCard yang menghentikan layanan mereka untuk Pornhub.

Salah satunya, bintang film dewasa asal Swedia Cara Vega. Ia mengatakan langkah tersebut mengancam mata pencaharian para pekerja industri film dewasa. Sebab pemutusan kerja sama membuat para artis tidak memungkinkan lagi menerima pembayaran. 

Cara Vega menceritakan dirinya hanya memperoleh $ 34 pada bulan Desember setelah kedua perusahaan memutuskan untuk berpisah dengan PornHub. Wanita muda itu menyebut keputusan itu tidak bertanggung jawab, karena membuat orang “tanpa penghasilan dalam semalam”.

“[Ini] tidak banyak. Tidak banyak yang dapat Anda lakukan, yang membuat Anda merasa sangat tidak berdaya. Saya memiliki teman yang mempertimbangkan untuk meninggalkan bisnis secara keseluruhan, hanya karena Pornhub adalah sumber pendapatan yang besar (utama),” kata Vega, dikutip dari SputnikNews.

Sementara itu, pemain film dewasa lainnya, Mary Moody, telah memulai kampanye untuk meningkatkan kesadaran tentang bagaimana keputusan Visa dan MasterCard telah memengaruhi orang-orang seperti dia. Moody mengklaim langkah itu hanya menghentikan pekerja seks dewasa resmi untuk mendapatkan penghasilan. 

“Itu tidak membantu korban dengan cara apa pun, itu tidak membantu siapa pun. Itu hanya menimbulkan korban,” katanya, mencatat bahwa larangan itu tidak akan menyelesaikan masalah konten ilegal.

Beberapa pekerja seks justru percaya bahwa keputusan untuk “menghapus” Pornhub tidak ada hubungannya dengan konten ilegal. Mereka justru beranggapan upaya itu dimotivasi kampanye oleh organisasi advokasi Kristen, Exodus Cry, yang, antara lain, berupaya untuk mengurangi permintaan seks komersial.

Ada pun Ketua Eksekutif MasterCard Ajay Banga menegaskan bahwa keputusan itu hanya berdasarkan masalah hukum dan tidak ada hubungannya dengan moralitas.

Dugaan Pelanggaran Hukum

Dalam artikel di The New York Times, jurnalis pemenang Penghargaan Pulitzer, Nicholas Kristof mengatakan situs film dewasa “dipenuhi” dengan konten ilegal – pelecehan anak, video terkait pemerkosaan, dan rekaman yang menampilkan artis di bawah umur. Paparannya juga termasuk wawancara dengan korban di bawah umur yang muncul dalam video tersebut. 

Kristof pun kemudian meminta perusahaan kartu kredit untuk berhenti berbisnis dengan Pornhub.

Sementara Pornhub menggambarkan klaim tersebut sebagai “tidak bertanggung jawab dan sangat tidak benar”. Namun mereka juga menyikapi laporan tersebut dengan menghapus video yang telah diunggah oleh pengguna yang tidak diverifikasi dan hanya mengizinkan hanya pengguna bersertifikat untuk mengunggah konten.

“Pengguna yang tidak diverifikasi sekarang dilarang mengunggah konten – sebuah kebijakan yang tidak diberlakukan oleh platform lain, termasuk Facebook, yang melaporkan 84 juta kasus pelecehan seksual terhadap anak-anak selama tiga tahun terakhir,” kata Pornhub dalam sebuah pernyataan.

Facebook Comments
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini