Arah Gerak KPMIP, Menuju Organisasi Modern dan Moderat

    Foto: Istimewa

    Berita Baru, Jakarta – Kongres Ke-3 Kerukunan Pelajar Mahasiswa Indonesia Pohuwato (KPMIP) kian dekat. Satu persatu para kandidat yang bakal maju di perhelatan 2 tahunan itu mulai bermunculan.

    Diantara kandidat itu adalah Rifyan Ridwan Saleh, SH. Pria kelahiran Popayato, 7 Maret 1993, yang saat ini tengah menyelesaikan studi pasca sarjana di Universitas Jayabaya, Fakultas Ilmu Hukum, Jurusan Hukum Pidana.

    Pemuda yang akrab disapa Rifyan ini, adalah satu dari sekian banyak mahasiswa yang tak diragukan lagi rejam jejaknya dalam dunia organisasi. Baik itu organisasi mahasiswa tingkat perguruan tinggi internal kampus, eksternal kampus, sampai ruang lingkup nasional, dirinya sudah melibatkan diri untuk berposes dan mengabdikan diri dalam karya.

    Betapa tidak, Rifyan pernah mengikuti kaderisasi/training Masa Kesetiaan Anggota (MAKESTA) tahun 2019, Latihan Kader Muda (LAKMUD) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Wilayah Provinsi Gorontalo tahun 2020. Juga pernah mengikuti Madrasah Kader Nahdlatul Ulama, PC NU Jakarta Pusat tahun 2019.

    Apalagi, Rifyan yang juga pernah duduk sebagai Ketua Umum KPMIP Cabang Gorontalo (2017-2018), terbilang layak untuk memimpin organisasi besar ini kedepannya. Bahkan pemuda Visioner ini, kaya akan ide-ide maupun gagasan konstruktif, yang membuat namanya tidak asing lagi di kalangan mileneal.

    Dengan motto “KPMIP REBORN”. Kepada awak media ini, Rifyan menyatakan siap untuk menghibahkan diri, baik pemikiran, maupun karyanya untuk memajukan KPMIP pada periode selanjutnya.

    Dalam gagasan besarnya,  Rifyan mengutarakan bahwa perlu mimpi setinggi langit, hati serendah dataran bumi, dan pengetahuan sedalam samudera dalam mengapai cita-cita KPMIP bersama kedepannya.

    “Zaman terus berkembang, para kader harus bersiap maju menantang perubahan  zaman. Tentu dengan mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul, agar kelak bisa mengelola potensi  sumber daya alam (SDA) yang ada,” pungkas Rifyan dengan nada Optimis.

    Disamping itu, untuk melangkah maju menurut Rifyan, perlu berbekal pengetahuan yang dalam dan bermimpi setinggi langit. Agar, apa yang menjadi rencana kerja konkrit KPMIP kedepan, bisa ditunaikan dan dapat di pertanggungjawabkan.

    Menurut Rifyan, jabatan adalah amanah yang tidak hanya untuk gagah-gagahan saja. Tapi lebih daripada itu, jabatan harus seiring sejalan dengan sikap dan karakatestik kepribadian yang dapat menjadi tauladan bagi anggota.

    Dilandasi kesadaran bahwa untuk mencapai tujuan bersama, harus mempunyai rencana kerja yang tersusun secara sistematis serta terukur, Rifyan Ridwan Saleh mengagas visi dan misi KPMIP dimasa depan sebagai berikut :

    Visi: Menuju Organisasi Modern & Moderat

    Misi:

    1. Integrasi struktural; artinya bahwa KPMIP harus memaksimalkan potensi kader sesuai dengan basic keilmuan yang dimiliki, potensi-potensi itu pula yang akan diterjemahkan dalam bentuk keaktifan lembaga kekaryaan atau lembaga otonom lainnya.
    2. Integrasi cultural; untuk menjadi organisasi yang sesuai visi besar diatas, KPMIP harus mencerminkan culture akademis, actifis, dan idealis untuk bergerak menjawab tantangan arus perubahan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dan marwah primordialisme, idelogis dan teologis.
    3. Integrasi substantif, artinya bahwa KPMIP harus kembali pada nilai-nilai dan tujuan awal pembentukan organisasi. Sebab semakin lamanya organisasi ini berdiri, semakin tua, maka semakin banyak pula tantangan yang datang baik secara internal maupun eksternal. Cita-cita organisasi harus menjadi arah gerakan perjuangan KPMIP, terlepas dari kepentingan individu, kelompok atau hal-hal lain.
    4. Intergrasi kaderisasi, artinya bahwa secara kualitas dan kuantitas kader-kader KPMIP tidak perlu untuk diragukan lagi. Para kader aktif tersebar diberbagai kampus dan organ ekstra di sembilan teritorial Cabang yang ada dan mereka adalah orang-orang yang memberi kontribusi besar bagi dimanapun mereka berdiri. Termasuk para alumni yang saat ini ada diberbagai tempat, sehingga penting bersatunya gerakan antara kader aktif dan alumni yang berbasis data.
    5. Integrasi intelektual, artinya bahwa karya-karya kader dan alumni harus dimediasi dalam satu platform yang lebih modern agar bisa terus bersaing di dunia yang mengalami arus distruptif saat ini.

    Dari visi dan misi di atas, Rifyan menyampaikan determinasi menuju visi misi besar organisasi ini harus seiring sejalan dengan kekuatan intelektual dan adab yang terjaga. Sehingga silabus kaderisasi menjadi sangat penting untuk merawat dan mencapai cita-cita atau tujuan organisasi, butuh dorongan kolektif dari semua pihak baik kader aktif, cabang-cabang, ikatan alumni organisasi dan pihak-pihak lain yang terlibat. “Spirit ini harus dijaga, dikembangkan dan diejawantahkan dalam program jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang yang akan disusun bersama pengurus terpilih nanti,” tandas Rifyan.

    Facebook Comments
    - Advertisement -

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini