Berita

 Network

 Partner

Umra
(Foto: Istimewa)

Arab Saudi Izinkan Penerima Vaksin COVID-10 Sinovac dan Sinopharm Lakukan Ibadah Umrah

Berita Baru, Jakarta – Otoritas Arab Saudi mengizinkan jemaat umrah yang menerima suntikan vaksin COVID-19 merek Sinovac dan Sinopharm untuk melakukan ibadah dengan syarat karantian 5 hari.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, kabar baik tersebut merupakan hasil negosiasi pihaknya bersama Menlu Retno LP Marsudi dan Menag Yaqut Cholil Qoumas dengan otoritas Arab Saudi.

 “Memang baru terjadi pertukaran Menteri di Arab Saudi. Jadi teman saya baru dipromosi dari Menteri Kesehatan jadi Menteri Haji. Saya sudah lakukan pembicaraan telepon dan meeting, beliau janji bantu. Sampai sekarang Sinovac bisa, tapi harus karantina lima hari,” kata Budi dalam. konfrensi pers secara daring, Senin (18/10).

Berita Terkait :  Kepada Plt Bupati Nganjuk, Khofifah Minta Kembalikan Kepercayaan Masyarakat

“Jadi buat teman-teman yang mau ke Saudi sudah ada cara, meskipun karantina lima hari. Tapi kan kalau sholat di sana kan berlipat-lipat kali pahala. Jadi tidak apa-apa ya karantina lima hari,” sambungnya.

Syarat karantina haji di Arab Saudi tersebut, kata Budi, dipastikan akan menambah jangka waktu kepulangan haji ke Tanah Air ditambah selama lima hari.

Sebelumya, Konsul Haji KJRI Jeddah Endang Jumali memastikan Kementerian Kesehatan Arab Saudi mengizinkan penggunaan dua vaksin Sinovac dan Sinopharm bagi calon jemaah umrah. Namun jamaah haji umrah wajib disuntik salah satu vaksin lainnya seperti Pfizer, Moderna, AstraZeneca, atau Jhonson and Jhonson sebagai booster.

Kemenag pun telah menyusun serangkaian langkah strategi untuk diterapkan dalam kegiatan penyelenggaraan perjalanan jamaah ibadah haji dan umroh.

Berita Terkait :  Menlu Retno: Vaksin Adalah Isu Kemanusiaan Bukan Isu Politis

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Hilman Latief mengatakan, tujuh langkah strategis tersebut menyambut kebijakan otoritas Arab Saudi atas pelonggaran aktivitas ibadah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Hilman mengatakan, negosiasi Kemenag dan Kemenlu dengan Kedutaan Besar Kerajaan Arab Saudi terakhir menghasilkan pembukaan umroh untuk jamaah Indonesia akan segera dibuka.

“Dubes Arab Saudi menyampaikan bahwa jemaah dari Indonesia menjadi prioritas keberangkatan perjalanan ibadah umroh,” kata Hilman.