Berita

 Network

 Partner

Apa yang Akan Terjadi Jika Bumi Berhenti Berputar Suatu Hari?

Apa yang Akan Terjadi Jika Bumi Berhenti Berputar Suatu Hari?

Berita Baru, Internasional – Beberapa peneliti mengatakan bahwa planet Bumi berputar karena sistem tata surya sejak 4,6 miliar tahun yang lalu.

Saat itu, gas dan debu yang sangat besar runtuh karena gravitasinya sendiri. Saat proses ini terjadi, awan mulai berotasi dan planet kita mengikuti rotasi ini.

Bumi yang indah ini membutuhkan 23 jam dan 56 menit untuk menyelesaikan rotasinya, bergerak dengan kecepatan sekitar 1.100 mph, atau 460 meter per detik.

Tetapi apa yang akan terjadi jika suatu hari tiba-tiba Bumi berhenti berputar? Yang pasti sesuatu yang sangat buruk akan terjadi.

Untuk memvisualisasikan konsekuensi yang tidak terpikirkan dari skenario ini, bayangkan: Anda duduk di dalam mobil dengan tanpa mengenakan sabuk pengaman yang melaju dengan kecepatan 100 mil per jam. Lalu tiba-tiba Anda tertabrak mobil lain hingga Anda akan terpental sebegitu jauh. (Tolong, Jangan Melakukan Hal Ini!).

Berita Terkait :  Presiden Prancis Dinyatakan Positif COVID-19

Anda mungkin pernah melihat ini di film aksi dan berita di mana pengendara terpelanting ke luar mobil karena hukum alam yang mengharuskan dia terus bergerak sementara mobil terhenti.

Inilah gambaran yang akan terjadi pada setiap makhluk hidup di Bumi ketika berhenti berputar.

Ahli astrofisika AS Neil deGrasse Tyson memperkirakan apa pun yang tidak melesat ke Bumi akan terbang ke timur dengan kecepatan 1.100 mil per jam. Bayangkan!

Tapi kejadian itu hanya merupakan permulaan saja.

Menurut sebuah eksperimen yang dilakukan oleh seorang ahli geologi senior emeritus di Smithsonian’s National Air and Space Museum di Washington DC, James Zimbelman mengatakan penghentian mendadak juga akan mempengaruhi atmosfer Bumi, menciptakan angin yang sangat kuat, yang akan diikuti oleh gelombang tsunami besar.

Berita Terkait :  Ilmuwan Turki Berhasil Isolasi Virus SARS-CoV-2

Bumi yang berhenti mendadak juga akan meratakan tonjolan di ekuator, yang akan menyebabkan samudra dan laut bermigrasi ke kutub, di mana itu merupakan letak gravitasi paling kuat.

Akibatnya, planet kita akan memiliki dua samudra super – satu di utara dan satu di selatan – dengan benua raksasa di tengahnya.

Ditambah lagi, berhentinya Bumi selama satu hari akan berimbas sampai satu tahun, di mana selama 6 bulan berturut-turut matahari akan terus bersinar (tanpa malam) sementara 6 bulan lainnya Bumi akan berada dalam kegelapan (tanpa matahari).

Selain itu, medan magnet juga ikut memberontak. Perlahan-lahan magnet akan memudar dan meninggalkan Bumi. Hingga akhirnya Bumi dalam keadaan tanpa perlindungan terhadap angin matahari, sinar kosmik yang mematikan, dan radiasi, yang akan membunuh semua kehidupan di Bumi.

Berita Terkait :  Bertekat Kalahkan Trump, Bernie Sanders Dukung Joe Biden

Kabar baiknya adalah: para ilmuwan meragukan skenario seperti itu akan terjadi, setidaknya tidak dalam hidup kita. Tapi masih mungkin terjadi di masa datang.

“Tidak ada gaya alam yang akan menghentikan Bumi berputar. Salah satu dasar fisika adalah kekekalan momentum sudut. Begitu sesuatu berputar, Anda harus mengerahkan gaya yang sama [dalam arah yang berlawanan] untuk menghentikannya berputar,” kata James Zimbelman, dilansir dari Sputnik.