CIPA dan STIA LAN Gelar Bedah Buku Neo-Institusionalism

Analisis Kebijakan

Beritabaru.co, Jakarta – Dalam menjalankan roda pemerintahan, pemerintah tentu saja tidak lepas dari peran analisis kebijakan publik. Hal ini karena sifatnya yang multi-disipliner, kontekstual dan berorientasi pada pemecahan masalah. Harapannya dengan berpegang pada analisis kebijakan publik, maka kebijakan yang diambil pemerintah mampu untuk memperbaiki situasi dan kondisi yang terjadi. Sehingga dengan demikian posisi analisis kebijakan publik adalah posisi yang sentral dalam perumusan kebijakan.
 
Dengan posisi yang sentral tersebut, maka tidak heran jika pemerintah pada tahun 2013 menerbitkan Peraturan Menteri PAN-RB Nomor 45 Tahun 2013 tentang Jabatan Fungsional Analis Kebijakan Publik dan Angka Kreditnya (JFAK). Permen ini secara spesifik mengatur dan menempatkan analisis kebijakan publik sebagai profesi yang mandiri. Lahirnya Permen tersebut pada akhirnya menempatkan analis kebijakan publik harus memiliki kompetensi khusus.
 
Sayangnya, realita yang ada di lapangan seringkali tidak sejalan dengan semangat lahirnya Permen PAN-RB Nomor 45 Tahun 2013 tersebut. “Salah satu yang menjadi penyebabnya adalah lemahnya pijakan dan peranti konseptual dalam disiplin kebijakan publik secara komprehensif dan buku ini berusaha untuk menjawab masalah tersebut,” tandas Fadillah Putra. Dalam bukunya, Wakil Direktur Pascasarjana Universitas Brawijaya ini menjelaskan bahwa secara terperinci sejarah tentang proses transformasi kelembagaan di indonesia yang relatif berjalan lambat sejah reformasi 1998.
 
“Hadirnya buku ini diharapkan mampu memberikan kontribusi pada penguatan visi dan kerangka operasional dalam kerangka percepatan reformasi kelembagaan,” ucap Anwar Sanusi, yang juga menjadi salah satu penulis buku. Selaku Sekjend Kementerian Desa PDTT, Sanusi juga mengamini bahwa akselerasi reformasi kelembagaan pemerintahan memang perlu dilakukan untuk menciptakan kebaikan bersama.

Jakarta, 13 Agustus 2019

Narasumber:

  1. Eko Prasojo – Guru Besar Universitas Indonesia.
  2. Adi Suryanto – Kepala LAN RI
  3. Anwar Sanusi – Sekjend Kementerian Desa PDTT
  4. Fadillah Putra – Wakil Direktur Pascasarjana Universitas Brawijaya

Bedah buku tersebut diselenggarakan oleh Center for Indonesian Policy Analysis (CIPA), Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN RI), dan Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi – Lembaga Administrasi Negara (STIA-LAN) Jakarta.

Kegiatan ini akan dilaksanakan pada Selasa, 13 Agustus 2019 di Kampus STIA LAN Jakarta mulai pukul 13.00 WIB.

1 KOMENTAR

Tinggalkan Balasan