Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Gempa Banten
Foto: Twitter @DaryonoBMKG

Analisis BMKG Catat 3 Kali Susulan Gempa M 5,1 Banten

Berita Baru, Jakarta – Berdasar hasil monitoring BMKG, gempa bumi magnitudo (M) 5,1 terjadi di wilayah selatan Banten hari ini menunjukkan 3 kali aktivitas gempa susulan (aftershocks).

Hal itu diungkap Koordinator Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono dalam cuitan akun Twitter pribadinya @DaryonoBMKG, Jumat (1/4).

“Hingga pukul 14.40 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan telah terjadi 3 kali aktivitas gempa susulan (aftershocks) dengan magnitudo terbesar M 4,4,” tulis Daryono.

Menurutnya, Gempa yang getarannya dirasakan hingga daerah Jawa Barat (Jabar) dan Jakarta itu merupakan jenis gempa dangkal akibat adanya aktivitas sesar aktif di dasar laut.

“Gempa selatan Banten magnitudo 5,1 siang ini memiliki mekanisme sumber sesar geser mengiri (sinistral strike-slip) diduga dipicu Sesar Cimandiri yang menerus ke laut,” kata Daryono.

Getaran gempa ini dirasakan di Palabuhanratu, Sukabumi, Jabar, dengan skala intensitas IV MMI. Artinya pada siang hari getaran dirasakan orang banyak dalam rumah dan di luar rumah dirasakan beberapa orang, serta getaran membuat jendela atau pintu berderik dan dinding berbunyi.

Sementara itu, di daerah Panggarangan dan Tanjung Lesung, getaran dirasakan dengan skala intensitas II-III MMI yang artinya getaran dirasakan nyata dalam rumah seperti ada truk lewat.

Sedangkan di daerah Jakarta, Tangerang Selatan, Cidahu, Tangerang, Bogor, dan Bandung, getaran dirasakan dengan skala intensitas II MMI. Artinya getaran dirasakan beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

“Gempa ini berdampak dan dirasakan di Pelabuhan Ratu dengan skala intensitas IV MMI, daerah Panggarangan dan Tanjung Lesung dengan skala intensitas II-III MMI, daerah Jakarta, Tangerang Selatan, Cidahu, Tangerang, Bogor, dan Bandung dengan skala intensitas II MMI,” urainya.

Hasil pemodelan BMKG, gempa ini tidak berpotensi tsunami karena magnitudonya relatif kecil untuk dapat membangkitkan tsunami. Gempa susulan terjadi beberapa kali usai gempa M 5,1.

Gempa terjadi pada koordinat 7,14 derajat Lintang Selatan dan 106,01 derajat Bujur Timur atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 29 Km arah Tenggara Cikeusik, Pandeglang, Banten, pada kedalaman 10 km.

‘Gempa dirasakan Mag:5.1, 01-Apr-22 14:14:11 WIB, Lok:7.14 LS – 106.01 BT (35 km BaratDaya BAYAH-BANTEN), Kedalaman: 10 km,” pungkasnya.