Berita

 Network

 Partner

Emas
(Foto: Sputnik / Vitaly Bezrukikh)

Amerika Dikabarkan Kekurangan Pasokan Emas

Berita Baru, Internasional – Kini Amerika Serikat (AS) menjadi negara yang paling banyak terdapat kasus COVID-19, lebih dari 104.000 kasus dan jumlah kematian lebih dari 1.500 orang. Washington DC dan New York merupakan wilayah terparah yang terdapampak COVID-19, dengan angka kematian masing-masing 109 dan 366 orang.

Di saat yang sama, Wall Street Journal melaporkan bahwa para investor dan bankir AS menghadapi kondisi “sangat kekurangan” emas batangan dan koin karena pandemi virus korona yang terus meningkat.

“Di AS, Credit Suisse Group AG, yang telah memproduksi emas batangan sendiri sejak 1856, mengatakan kepada para pembeli bahwa emas di toko terjual habis atau ditutup selama beberapa waktu. Sementara di London, para bankir menyewa jet pribadi dan mencoba untuk membujuk pemilik pesawat kargo militer agar mau membawa emas mereka ke bursa New York,” tulis Wall Street Journal.

Kantor berita Wall Street Journal juga menambahkan bahwa Royal Canadian Mint telah “dibanjiri permintaan” untuk meningkatkan produksi batangan emas 100-ons agar dapat dikirimkan ke New York City.

Berita Terkait :  Putin Sebut Penanganan Virus dan Ledakan Protes AS adalah ‘Krisis Domestik yang Mendalam’

Perkembangan ini terjadi ketika harga emas berjangka (gold futures) di AS melonjak sekitar 9%, yakni sekitar USD 1.620 per ons pada hari Kamis (26/3). Harga itu merupakan harga tertinggi sejak tujuh tahun yang lalu.

Michael Matousek, kepala pedagang di perusahaan manajemen investasi US Global Investors, dikutip oleh CNBC mengatakan bahwa “ini merupakan indikasi bahwa segala sesuatu melambat secara dramatis.”

“Data buruk yang bisa Anda dapatkan saat ini, pasar harus merespons dengan baik, karena itu memberikan lebih banyak amunisi bagi The Fed untuk terus merangsang,” ujar Matousek.


SumberSputnik News