Amazon Brasil: Baku Tembak Mematikan Saat Penambang Memasuki Tanah Adat

-

Berita Baru, Internasional – Tiga penambang ilegal tewas dalam aksi baku tembak dengan penduduk adat, setelah mereka memasuki daerah adat di Amazon Brasil, kata para pemimpin setempat.

Kelompok Yanomami, seperti dikutip dari BBC mengatakan, penambang bersenjata di tujuh kapal menyerang komunitas terpencil pada hari Senin. Satu orang penduduk asli dan empat penambang lainnya terluka.

Diperkirakan 20.000 penambang emas ilegal berada di daerah Yanomami, cagar alam terbesar yang dilindungi di Brasil.

Presiden sayap kanan, Jair Bolsanoro, yang mengkritik ukuran cagar adat, berjanji akan membuka sebagian dari wilayah itu untuk pertanian dan pertambangan. Pemerintahannya sangat abai terhadap perlindungan lingkungan. Para kritikus menyebut retorikanya telah memperkuat aktivitas ilegal di wilayah tersebut.

Junior Hekurari Yanomami, masyarakat dari kelompok Yanomami-Ye’kuanna, mengatakan baku tembak terjadi di komunitas Palimiú di negara bagian Roraima, dekat perbatasan dengan Venezuela. Sekitar 930 orang tinggal di daerah tersebut.

Berita Terkait :  Claudia Andujar, Fotografer yang Menghabiskan 5 Dekade untuk Mendokumentasikan Kehidupan Masyarakat Adat Yanamomi di Brasil

Sebuah video yang beredar, yang menunjukkan kejadian tersebut, memperlihatkan sebuah perahu melintas oleh masyarakat dan terdengar suara tembakan. Belasan wanita dan anak-anak yang berkumpul di dekat sungai Uraricoera tampak berlindung di tengah teriakan yang parau.

Berita Terkait :  NASA Pantau Asteroid yang akan Melintas Dekat Bumi

Sungai tersebut, yang secara lokal dikenal sebagai garimperios, telah digunakan oleh para penambang ilegal untuk lintasan pengangkut bensin menuju kamp mereka.

(Foto: Reuters)

Menurut Bapak Hekurari Yanomami, masyarakat telah mendirikan barikade untuk mencegah para penambang memasuki wilayah mereka.

Menurut transkrip pesan audio oleh penambang ilegal dan diterbitkan oleh kelompok nirlaba Instituto Socioambiental (ISA) memperdengarkan bahwa masyarakat diserang setelah mereka menyita bensin yang akan dikirim ke kamp pertambangan.

Pesan-pesan itu juga mengatakan para penyerang diduga berafiliasi dengan organisasi kriminal. Para ahli mengatakan daerah itu dikendalikan oleh anggota Primeiro Comando da Capital (PCC) yang berbasis di São Paulo, kelompok kriminal terbesar di Brasil yang terkait dengan perdagangan narkoba dan senjata.

Berita Terkait :  BT Digital Pimpin Agenda Inovasi 2021

Dalam sepucuk surat kepada otoritas federal, Hekurari Yanomami menyerukan “tindakan segera untuk menghentikan spiral kekerasan di daerah tersebut dan untuk menjamin keamanan masyarakat”. Dia mengatakan anggota kelompok adat berlindung di hutan karena para penambang mengancam akan membalas.

Itu adalah insiden ketiga, antara masyarakat adat dan penambang liar di daerah tersebut dalam dua minggu. “Semua orang takut,” katanya dalam sebuah video.

Berita Terkait :  Hampir 50 Spesies Asli Australia Berisiko Terancam Akibat Kebakaran Hutan

Badan adat, Funai, mengatakan situasinya “serius” dan karena ada risiko konflik lebih lanjut, tidak akan bisa mengirim tim untuk menyelidiki insiden itu tanpa perlindungan keamanan.

Pada bulan Maret, ISA mengatakan area yang setara dengan 500 lapangan sepak bola telah dihancurkan oleh pertambangan di wilayah Yanomami, dengan sebagian besar aktivitas berada di sekitar sungai Uraricoera.

Pekerjaan oleh garimpeiros diintensifkan setelah Presiden Bolsonaro menjabat pada 2019, kata laporan itu. Kamp penambangan, yang dulu terletak di daerah yang jauh di dalam hutan, semakin dekat dengan desa adat, tambahnya, meningkatkan risiko konflik.

Berita Terkait :  Ikan Menghasilkan Miliaran Ton Karbon Kotoran di Lautan

Sungai yang digunakan oleh masyarakat adat telah terkontaminasi merkuri yang dilepaskan dari penambangan, sementara penambang juga diyakini telah membawa penyakit ke daerah tersebut, termasuk Covid-19 dan malaria.

(Foto: Reuters)

Presiden Bolsonaro, yang didukung oleh para pemimpin agribisnis yang kuat dan kemungkinan akan mencalonkan diri kembali tahun depan, telah lama mempertanyakan perlunya cadangan adat yang besar di hutan hujan.

Aktivis dan kelompok adat telah mengecam kurangnya tindakan pemerintah terhadap pembalakan liar dan penambangan di kawasan lindung, dan mengatakan penegakan lingkungan masih kekurangan dana.

Presiden menolak kritik tersebut, dengan mengatakan Brasil tetap menjadi contoh untuk konservasi. Tapi tahun lalu, deforestasi di Amazon Brasil melonjak ke level tertinggi 12 tahun.

Facebook Comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU

Facebook Comments