Amati COVID-19 di AS, Prof Archon Fung: Federalisme Sipil Baru

    Prof Archon Fung
    (Foto: Politico.co)

    Berita Baru, Internasional – Majalah terkemuka di Amerika Serikat, Politico Magazine menurunkan laporan cukup menarik berjudul “Coronavirus Akan Mengubah Dunia Secara Permanen” pada Kamis (19/3) pukul 19.30 waktu setempat.

    Mereka menguraikan bahwa bagi banyak orang Amerika saat ini, skala krisis COVID-19 mengingatkan pada tragedy 9/11 atau krisis keuangan 2008, sebagai suatu peristiwa yang membentuk ulang tatanan masyarakat dengan cara yang langgeng. Hal itu terlihat dari bagaimana tata cara bepergian dan membeli rumah, sampai ke tingkat keamanan dan pengawasan, dan bahkan ke bahasa yang digunakan.

    Politico Magazine mensurvei 34 prediksi pemikir besar untuk memprediksi apa yang akan terjadi di masa mendatang. Salah satu dari pemikir yang diwawancarai oleh mereka adalah Prof Archon Fung, Guru Besar Citizenship and Self-Government di John F. Kennedy School of Government–Harvard University.

    Ilustrasi; Politico.com

    Politico menyajikan petikan wawancara dengan Prof Archon Fung sebagai berikut:

    Sama seperti trauma pertempuran Perang Dunia II meletakkan dasar bagi pemerintah Amerika yang lebih kuat dan solidaritas nasional, krisis coronavirus mungkin menabur benih-benih federalisme sipil baru, di mana negara bagian dan daerah menjadi pusat keadilan, solidaritas dan demokrasi yang berpandangan jauh ke depan.

    Banyak orang Amerika sekarang meratapi kegagalan kepemimpinan nasional dalam menghadapi tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ketika kita melihat ke belakang, kita akan melihat bahwa beberapa komunitas menangani krisis jauh lebih baik daripada yang lain.

    Berita Terkait :  Liga Belarus Tetap Digelar di Tengah Pandemi Covid-19

    Kita mungkin menemukan bahwa keberhasilan datang di negara-negara di mana para pemimpin pemerintah, sipil dan sektor swasta menyatukan kekuatan mereka bersama dalam semangat pengorbanan diri demi kebaikan bersama.

    Banyak fenomena baru terungkap, misalnya keputusan laboratorium virologi di University of Washington yang mendahulukan pengujian COVID-19 daripada pada CDC dan lainnya, karena tindakan tersebut saat ini yang paling dibutuhkan.

    Beberapa gubernur, walikota, otoritas pendidikan dan pengusaha telah memulai kebijakan untuk menjaga jarak sosial (social distancing), menutup kampus dan tempat-tempat lain, serta menyalurkan sumber daya untuk mendukung mereka yang paling rentan.

    Dan jalinan kewarganegaraan beberapa komunitas telah memupuk tanggung jawab sosial dan altruisme dari jutaan warga negara biasa yang telah tinggal di rumah, kehilangan penghasilan, menjaga anak-anak mereka di dalam rumah, mengkarantina diri sendiri, menahan diri dari melakukan penimbunan bahan pokok, saling mendukung, dan bahkan mengumpulkan persediaan medis dan sumber daya lainnya untuk membantu tenaga medis yang sedang bertugas.

    Coronavirus adalah tantangan abad ini yang paling mendesak bagi kemanusiaan. Memanfaatkan rasa solidaritas baru, warga negara bagian dan kota akan bangkit menghadapi tantangan besar ke depan seperti perubahan iklim dan mengubah era ketimpangan historis rakyat Amerika menuju terciptanya inklusi ekonomi.

    Tinggalkan Balasan