Berita

 Network

 Partner

Ketua DPRD Gresik
Anggota Aliansi KOMPAK saat menagih janji Ketua DPRD Gresik, (Foto: Rifqy/Beritabaru.co).

Ketua DPRD Gresik Tak Tepati Janji, KOMPAK Kecewa

Berita Baru, Gresik – Aliansi Komite Masyarakat Pejuang Anti Korupsi (KOMPAK) Gresik mengungkapkan kekecewaan kepada Ketua DPRD Gresik. Pasalnya, Ketua DPRD Gresik, Fandi Ahmad Yani ingkar janji soal pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Anti Korupsi

Janji Fandi itu tertuang dalam nota kesepakatan bersama (MoU) pada hari selasa (14/1) kemarin. Ditandatangani setelah massa aksi dari KOMPAK menggeruduk kantor DPRD Gresik meminta keseriusan pemerintah serius memberantas korupsi di Gresik.

Hari ini, Kamis (16/01), 14 orang perwakilan unsur pimpinan tujuh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) anggota KOMPAK Gresik mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gresik. Mereka menagih janji ketua DPRD Gresik untuk membentuk Pansus Anti Korupsi.

Berita Terkait :  Bangun Kerjasama dengan PDAM Gresik, PT PP Infrastruktur-IIF Biayai Proyek SPAM Senilai Rp 420 Miliar

Haris Sofwanul Faqih, Koordinator Umum KOMPAK Gresik, mengatakan kehadiran pihaknya ke kantor DPRD Gresik adalah untuk menagih janji Fandi.

“Ketua DPRD Gresik saat aksi selasa kemarin berjanji untuk membentuk Pansus anti korupsi, dan juga menandatangani komitmen bersama aliansi Kompak Gresik. Namun janji itu diingkari sendiri,” keluh Haris.

Pria yang akrab dipanggil Bogel itu juga menyesalkan, Fandi tidak menepati janjinya untuk membentuk Pansus Anti Korupsi dengan alasan empat pimpinan DPRD belum bisa dipertemukan.

“Kami kecewa, Ketua DPRD Gresik tidak menepati janjinya, dan terkesan terlalu gampang memberikan janji,” tegas Bogel kepada Beritabaru.co dengan nada sedikit emosi.

Kasus Dugaan Korupsi Sekda Gresik

Saat di konfirmasi via WA, Fandi mengatakan pihaknya akan mempertanyakan perihal belum di copotnya Andhy Hendro Wijaya dari jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik.

Berita Terkait :  Demo UU KPK & RKUHP di Kendari, 1 Mahasiswa Tewas Tertembak

Sementara Andhy telah berstatus terdakwa dan tengah menjalani proses hukum dugaan korupsi Badan Pengelolaa Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Gresik.

“Hasil rapat pimpinan, besok akan kita buatkan surat mempertanyakan Pemkab Gresik kenapa sampai saat ini belum mencopot Sekda Gresik dari jabatannya, dan surat tersebut akan kami berikan ke Aliansi KOMPAK Gresik,” terang Yani.

Sebelumnya, Fandi menyepakati pembentukan Pansus Anti Korupsi saat aksi yang di gelar Aliansi Kompak Gresik. Kesepakatan tersebut di tandatangani oleh Fandi dan seluruh LSM yang tergabung di Kompak Gresik.

Atas kekecewaan ini, Aliansi Kompak Gresik berencana menggelar aksi kembali dengan jumalah massa yang lebih besar. Mereka akan meminta keseriusan pemerintah dalam penanganan kasus korupsi di Gresik.

Berita Terkait :  Pendaftaran PPK Berakhir, KPU Gresik Terima 358 Pendaftar

“Aliansi Kompak Gresik sangat serius mengawal kasus korupsi yang ada di Kabupaten Gresik. Jika perlu kami akan ke KPK RI, apabila DPRD Gresik dan Pemkab Gresik tidak serius,” pungkas Abdul Wahab Ketua LSM Masyarakat Gresik Peduli Kemanusiaan (MGPK).

Perlu diketahui bahwa Pansus bisa di bentuk jika diusulkan minimal 10 anggota DPRD lintas partai politik dan di setujui 2/3 anggota DPRD Gresik.