Aksi Hari Perempuan Internasional, KOPRI PMII Gresik Tolak RUU Ketahanan Keluarga

    Berita Baru, Gresik – Puluhan aktivis mahasiswa yang tergabung dalam KOPRI Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Gresik menggelar aksi memperingati hari Perempuan Internasional (International Women’s Day) di halaman kantor Pemkab Gresik, Senin (8/3).

    Dalam aksinya, mahasiswa membawa sejumlah tuntutan terkait problematika sosial yang dihadapi kaum perempuan saat ini. Masa aksi berorasi dan membawa spanduk bertuliskan “Hari Perempuan Internasional”, “Hentikan diskriminasi Perempuan”, “Laksanakan Reforma Agraria Sejati”, “Tolak RUU Ketahanan Keluarga”.

    Ketua KOPRI PMII Gresik, Rusnani Hidayati mengatakan, akar permasalahan yang selama ini terjadi adalah masih banyaknya kasus kekerasan terhadap kaum perempuan. Pihaknya menilai kaum perempuan dianggap lebih rendah kedudukan dan haknya di tengah masyarakat.

    “Momentum hari perempuan ini kita menyuarakan hak-hak perempuan yang selama ini belum terpenuhi, apalagi masih banyaknya kasus diskriminasi dan kekerasan terhadap perempuan masih cukup tinggi,” katanya.

    Masih menurut Rusnani, pihaknya juga mendesak agar pemerintah menuntaskan kasus kekerasan terhadap perempuan hingga menolak sejumlah Rancangan Undang-Undang (RUU), seperti RUU Ketahanan Keluarga, segera mengesahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual, hingga mencabut UU Omnibus Law Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan seluruh peraturan turunannya.

    “Kami menuntut agar pemerintah segera mencabut atau menghentikan pembahasan RUU Ketahanan Keluarga dan segera mengesahkan RUU PKS,” tegasnya.

    Setelah melakukan orasi selama kurang lebih sejam, Masa aksi akhirnya ditemui oleh Wakil Bupati Gresik Hj. Aminatun Habibah. Dalam kesempatan itu, Wabup Bu Min bersama mahasiswa menandatangani surat pernyataan komitmen dukungan terhadap tuntutan mahasiswa, dan juga memberikan respon seputar tuntutan yang dijadikan sebagai aspirasi.

    “Kami mengucapkan terima kasih, dari aspirasi yang disampaikan kami telah menyetujui, dan ini mengapresiasi karena ini bentuk dari kepedulian mahasiswa terhadap kondisi di tengah masyarakat,” ujar Bu Min.

    Usai ditemui Wakil Bupati Gresik, Masa aksi kemudian bergeser ke kantor DPRD Gresik untuk kembali menyuarakan tuntutannya.

    Facebook Comments
    - Advertisement -

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini