Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Akan Gelar R20, PBNU Ajak Tokoh Agama Berpikir Solusi Masalah Global

Akan Gelar R20, PBNU Ajak Tokoh Agama Berpikir Solusi Masalah Global



Berita Baru, Jakarta – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf, berpendapat bahwa para tokoh agama di dunia harus memikirkan cara ataupun upaya agar agama bisa menjadi bagian solusi dari masalah-masalah global.

“Tokoh agama-agama ini harus berpikir juga bagaimana agama bisa menjadi bagian dari solusi masalah-masalah global,” kata Ketum PBNU yang akrab disapa Gus Yahya itu, dalam konferensi pers Forum Religion of Twenty (R20) atau G20 Religion Forum di Jakarta, Rabu (7/9).

Oleh sebab itu, katanya, PBNU pun menggagas penyelenggaraan R20 yang akan mempertemukan para pimpinan agama terkemuka dari seluruh dunia pada 2 sampai 3 November 2022 di Nusa Dua, Bali, untuk mendiskusikan upaya ataupun cara agar agama bisa berperan sebagai solusi masalah global. 

Gus Yahya menyebut beberapa masalah global tersebut, diantaranya, persoalan ekonomi, politik global, dan lingkungan hidup, sebagaimana yang juga didiskusikan dalam forum G20.

Lebih lanjut, dia menyampaikan gagasan dasar dari penyelenggaraan R20 yang didukung penuh oleh pemerintah adalah keinginan PBNU untuk membuat satu pijakan diskusi antara pemimpin-pemimpin agama yang lebih jujur dan langsung menyasar ke masalah-masalah nyata yang ada. 

“Selain masalah global, ada pula masalah antar-agama di dunia ini yang perlu dicarikan penyelesaiannya,” tuturnya.

Ia menyampaikan, sejauh ini di berbagai belahan dunia, masih terdapat masalah antar agama yang tidak kunjung terselesaikan, seperti persekusi dan diskriminasi terhadap suatu kelompok agama.

“Seperti yang terjadi di Irak, sejak 2003 sampai hari ini, masih terus berlangsung persekusi. di Irak itu, pada tahun 1990-an komunitas Kristen di sana mencapai sekitar 3,5 juta populasinya. Hari ini, tinggal tidak lebih dari 200.000 orang,” ujar dia.

Oleh karena itu, dia menekankan, R20 sebagai forum yang juga diselenggarakan terkait dengan momentum keketuaan G20 Indonesia bertujuan menjadikan agama sebagai solusi dari berbagai masalah, baik masalah global secara umum maupun masalah antar agama.

Gus Yahya menyebut, harus diakui bahwa selama berabad-abad mungkin, bahkan ribuan tahun hubungan antar kelompok agama sebetulnya hubungan saling menyakiti. Maka perlu dibicarakan tentang dengan jujur, sehingga dibuat topik tentang historical, grievances, trus tailing and reconciliation. 

“Apa sebenarnya luka-luka kita ini, yang kita derita selama ini, apa sebetulnya kenyataan yang ada, harus kita bicarakan, trus tailing, kita sampaikan kebenaran apa yang terjadi. Kemudian kita bicarakan rekonsiliasi. Dan kemudian kita juga bicarakan apa saja nilai-nilai tentang perlunya rekontekstualisasi norma-norma keagamaan yang selama ini dijadikan pembenaran untuk konflik dan saling menyakiti itu,” katanya.